Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Asesmen Diagnostik Dalam Mengidentifikasi Kesiapan Belajar Siswa Kelas I SD Islam Ruhama Labschool Of UHAMKA Dalam Mendukung Pembelajaran Berdiferensiasi Monica Ristiantita; Sholehuddin Sholehuddin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.838

Abstract

Asesmen diagnostik merupakan salah satu bentuk evaluasi awal yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan, karakteristik, dan kebutuhan belajar peserta didik sebelum proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen diagnostik pada siswa kelas I di SD Islam Ruhama Labschool of UHAMKA serta menganalisis pemanfaatan hasil asesmen dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas I, dan siswa kelas I SD Islam Ruhama Labschool of UHAMKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen diagnostik dilaksanakan melalui asesmen kognitif dan nonkognitif untuk mengetahui kemampuan awal siswa dalam membaca, menulis, berhitung, serta kesiapan sosial dan emosional peserta didik. Hasil asesmen menunjukkan adanya perbedaan kemampuan dan kesiapan belajar siswa kelas I yang cukup signifikan. Guru memanfaatkan hasil asesmen diagnostik untuk menentukan strategi pembelajaran, menyusun kelompok belajar, serta memberikan pendampingan kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Pelaksanaan asesmen diagnostik memberikan dampak positif terhadap keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan membantu guru memahami kebutuhan belajar peserta didik secara lebih mendalam. Namun demikian, pelaksanaan asesmen diagnostik masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan siswa yang cukup tinggi, serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi siswa di rumah. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi guru, kolaborasi dengan orang tua, serta penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar kelas awal.