Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Anggaran Fleksibel Dan Varians Sebagai Alat Evaluasi Kinerja Pada Warung Ayam Penyet Joko Tingkir Medan Putri Kemala Dewi Lubis; Yohanna Dwi Simare-mare; Emi Angelina Sinambel; Dina Lestari; Salsa Zuhriana Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.844

Abstract

Perkembangan usaha kuliner di Kota Medan menuntut pelaku UMKM untuk mengelola keuangan usaha secara lebih baik agar laba yang diperoleh dapat terkontrol. Warung Ayam Penyet Joko Tingkir di Jalan Rela, Medan, masih menggunakan anggaran statis yang kurang mampu menyesuaikan kondisi operasional sebenarnya, sehingga penilaian kinerja usaha menjadi kurang akurat. Penelitian ini bertujuan menyusun anggaran fleksibel berdasarkan volume penjualan aktual, menganalisis varians yang terjadi, serta memberikan rekomendasi perbaikan bagi usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pemilik usaha, dan dokumen pembukuan harian. Anggaran fleksibel disusun berdasarkan penjualan aktual sebanyak 400 porsi dan dibandingkan dengan realisasi yang terjadi selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laba usaha mengalami penurunan sebesar Rp550.000 yang bersifat unfavorable. Penurunan laba tersebut disebabkan oleh varians pendapatan sebesar Rp200.000 akibat pemberian diskon tanpa aturan yang jelas, varians biaya variabel sebesar Rp300.000 karena tidak adanya standar takaran bahan baku dan kenaikan harga pasar, serta varians biaya tetap sebesar Rp50.000 akibat pengeluaran pemeliharaan yang tidak direncanakan. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan anggaran fleksibel dapat membantu mendeteksi penyebab inefisiensi usaha. Oleh karena itu, pemilik usaha disarankan membuat standar takaran porsi, mengatur kebijakan diskon secara lebih terkontrol, dan menjalin kerja sama harga tetap dengan pemasok bahan baku.