Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job embeddedness dan work life balance terhadap turnover intention pada karyawan industri food and beverage (F&B). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik non-probability sampling melalui purposive sampling. Responden penelitian berjumlah 208 karyawan F&B yang telah bekerja lebih dari enam bulan, dengan posisi meliputi crew operasional, supervisor/leader, manager, serta admin/staff office. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form dengan skala Likert 1–5 yang mengukur job embeddedness, work life balance, dan turnover intention. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh variabel secara parsial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job embeddedness secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Sebaliknya, work life balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, yang menunjukkan bahwa semakin baik keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi, semakin rendah kecenderungan karyawan untuk meninggalkan perusahaan. Secara simultan, job embeddedness dan work life balance berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai F sebesar 224,483, nilai R square sebesar 0,687, dan signifikansi 0,000 (p ≤ 0,05). Kedua variabel secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 68,7% terhadap turnover intention, sedangkan 31,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Secara deskriptif, ketiga variabel berada pada kategori tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa work life balance menjadi faktor yang lebih dominan secara parsial dalam menekan turnover intention karyawan F&B.