CV Berkah Wood and Leather merupakan perusahaan manufaktur furnitur berbahan kayu dan kulit yang menerapkan sistem Make to Stock (MTS). Perusahaan menghadapi kendala dalam perencanaan produksi karena masih menggunakan perkiraan sederhana, sehingga sering terjadi kekurangan bahan baku saat permintaan meningkat dan penumpukan produk saat permintaan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan peramalan permintaan produk kursi guna menstabilkan produksi serta menyusun perencanaan agregat dengan metode transportasi untuk menentukan jumlah produksi yang optimal dan biaya produksi minimum. Penelitian ini dilakukan di CV Berkah Wood and Leather, Jepara, dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung terkait permintaan, kapasitas produksi, biaya tenaga kerja, serta persediaan. Data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan seperti data penjualan, jam kerja, dan biaya produksi. Teknik analisis data meliputi peramalan permintaan menggunakan metode simple moving average, single exponential smoothing, dan regresi linear sederhana, kemudian dipilih metode terbaik berdasarkan nilai MSE terkecil. Selanjutnya dilakukan perencanaan agregat dengan alternatif tenaga kerja tetap dan tenaga kerja berubah, serta optimasi menggunakan metode transportasi untuk menentukan kombinasi produksi yang paling efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Simple Linear Regression (SLR) merupakan metode peramalan paling akurat karena memiliki nilai MSE terendah dibandingkan SMA dan SES. Hasil peramalan menghasilkan total permintaan tahun 2025 sebesar 13.593 unit, yang terdiri dari 6.590 unit Dining Chair, 5.950 unit Barstool, dan 1.053 unit Lazy Chair. Hasil perencanaan agregat dengan metode transportasi menunjukkan bahwa alternatif tenaga kerja berubah lebih efisien dibandingkan tenaga kerja tetap, dengan total biaya produksi sebesar Rp247.782.235 dibandingkan Rp516.863.817. Strategi ini memberikan penghematan sebesar Rp269.081.582 atau 52,06%, karena kapasitas produksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan permintaan sehingga mampu menekan kelebihan produksi dan biaya persediaan.