Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Dampak Pengeluaran Pemerintah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Bengkulu Tahun 2011–2024 Adli Alvian; As'ad As'ad; Ariel Siswantoro
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.993

Abstract

Pertumbuhan ekonomi daerah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan fiskal pemerintah dan kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah dan pengembangan sumber daya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu tahun 2011–2024. Pengeluaran pemerintah diukur melalui total realisasi belanja daerah, sementara pengembangan sumber daya manusia diproksikan dengan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Pertumbuhan ekonomi diukur menggunakan laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan. Metode yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan pendekatan Ordinary Least Squares (OLS) melalui EViews, menggunakan data sekunder time series selama 14 tahun. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan model terbebas dari gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Secara parsial, pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada taraf 10 persen dengan nilai probabilitas 0,0612, dan pengembangan sumber daya manusia berpengaruh signifikan dengan probabilitas 0,0544. Kedua variabel memiliki arah koefisien negatif, yang mencerminkan bahwa dampak belanja pemerintah dan peningkatan RLS terhadap pertumbuhan ekonomi tahunan tidak bersifat langsung. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai Prob. F-statistic sebesar 0,000000. Nilai R-squared mencapai 0,987431, menunjukkan kemampuan model yang sangat kuat dalam menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas dan efektivitas belanja daerah serta penguatan keterkaitan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja.
Pengaruh Jumlah UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Bengkulu Nadia Selviyanti; Asad Asad; Ariel Siswantoro
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9978

Abstract

Penyerapan tenaga kerja merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi daerah yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pertumbuhan ekonomi. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah belum konsistennya peningkatan penyerapan tenaga kerja meskipun jumlah UMKM terus bertambah dan pertumbuhan ekonomi secara umum menunjukkan tren positif di Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah UMKM dan pertumbuhan ekonomi terhadap penyerapan tenaga kerja di Kota Bengkulu, baik secara parsial maupun simultan, selama periode 2015 hingga 2025. Penelitian dilaksanakan di Kota Bengkulu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder tahunan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu dan Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh data tahunan jumlah UMKM, pertumbuhan ekonomi yang diproksikan melalui laju PDRB atas dasar harga konstan, dan penyerapan tenaga kerja selama 11 tahun pengamatan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial jumlah UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, yang ditunjukkan oleh koefisien regresi sebesar 2,064 dengan nilai t-hitung 5,722 dan signifikansi 0,000 lebih kecil dari 0,05. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai t-hitung 1,714 dan signifikansi 0,125 lebih besar dari 0,05. Secara simultan, jumlah UMKM dan pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dengan nilai F-hitung sebesar 16,458 dan signifikansi 0,001. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,804 menunjukkan bahwa 80,4 persen variasi penyerapan tenaga kerja mampu dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dengan demikian, pengembangan UMKM terbukti menjadi strategi utama dalam mendorong penyerapan tenaga kerja di Kota Bengkulu.