Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pengetahuan Ekonomi Koperasi dan Kepercayaan terhadap Lembaga Koperasi terhadap Keputusan Mahasiswa Ilmu Ekonomi UNIMED Menjadi Anggota Koperasi Khairani Alawiyah Matondang; Nathania Christy Sembiring; Nadia Enjel Lina Silalahi; Yanti Masryana Sianturi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pengetahuan tentang ekonomi koperasi dan tingkat kepercayaan terhadap lembaga koperasi terhadap keputusan mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi Universitas Negeri Medan (UNIMED) untuk menjadi anggota koperasi. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian terdiri dari 50 mahasiswa Ilmu Ekonomi UNIMED yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan lewat kuesioner berjenis skala Likert, lalu dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak EViews. Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan tentang ekonomi koperasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan mahasiswa untuk menjadi anggota koperasi, dengan koefisien regresi sebesar 0,489905 dan nilai probabilitas 0,0000. Sementara itu, kepercayaan terhadap lembaga koperasi juga berpengaruh positif dan signifikan, tercermin dari koefisien regresi 0,369111 dan probabilitas 0,0008. Secara bersama-sama, kedua variabel independen tersebut signifikan memengaruhi keputusan keanggotaan mahasiswa, dibuktikan oleh Prob(F-statistic) sebesar 0,000000. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,760096 menunjukkan bahwa sekitar 76% variasi pada keputusan menjadi anggota koperasi dapat dijelaskan oleh pengetahuan ekonomi koperasi dan kepercayaan terhadap lembaga koperasi, sedangkan 24% sisanya disebabkan oleh faktor lain di luar penelitian ini. Temuan ini menegaskan pentingnya meningkatkan literasi perkoperasian dan membangun kepercayaan terhadap lembaga koperasi untuk mendorong partisipasi mahasiswa dalam koperasi kampus.
Pengaruh Tingkat Kelahiran dan Tingkat Kematian terhadap Jumlah Penduduk Miskin di Sumatera Utara tahun 2016-2025 Nathania Christy Sembiring; Nadia Enjel lina Silalahi; Ian Josephan Saragih; Bonaraja Purba
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1052

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana tingkat kelahiran dan tingkat kematian memengaruhi jumlah warga miskin di Provinsi Sumatera Utara pada kurun waktu 2016 hingga 2025. Penulis menggunakan data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Analisis regresi linear berganda digunakan, yang disertai dengan pengujian asumsi klasik seperti heteroskedastisitas, normalitas, dan multikolinearitas. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa tingkat kelahiran memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Sumatera Utara, dengan nilai probabilitas sebesar 0,0003 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan kata lain, setiap kenaikan tingkat kelahiran cenderung diikuti oleh peningkatan jumlah penduduk miskin. Sementara itu, tingkat kematian memiliki dampak positif tetapi tidak signifikan, karena nilai probabilitasnya sebesar 0,6196 yang lebih besar dari 0,05. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut tingkat kelahiran dan tingkat kematian memiliki dampak yang signifikan pada jumlah penduduk miskin. Koefisien determinasi (R2) adalah 0,8706 menunjukkan bahwa kedua variabel ini mampu menjelaskan sekitar 87,06% perubahan dalam jumlah penduduk miskin, sementara jumlah yang tersisa adalah 12,94% dipengaruhi oleh variabel eksternal yang tidak terkait dengan penelitian ini. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor demografi, khususnya tingkat kelahiran, berperan penting dalam meningkatnya jumlah orang miskin di Sumatera Utara. Karena itu, pemerintah disarankan untuk menjalankan kebijakan pengendalian pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat guna menekan angka kemiskinan..