Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Daya Terima Tumpi-Tumpi Ikan dengan Subtitusi Kacang Hijau dan Daun Kelor Sebagai Selingan Alternatif Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) Starti Takwin; Chaerunnimah Chaerunnimah; Nadimin Nadimin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1016

Abstract

Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil di Indonesia hingga saat ini masih menjadi isu kesehatan yang memerlukan perhatian serius karena dapat berdampak pada peningkatan resiko stunting. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal menjadi salah satu strategi intervensi yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penerimaan organoleptik tumpi-tumpi berbasis ikan layang (Decapterus spp.) yang difortifikasi kacang hijau (Vigna radiata) dan daun kelor (Moringa oleifera) sebagai produk pangan lokal yang berpotensi mendukung perbaikan gizi ibu hamil KEK. Penelitian menggunakan desain eksperimen dengan posttest only design. Formulasi terdiri atas empat perlakuan (F0, F1, F2, F3) dengan perbedaan proporsi kacang hijau dan daun kelor. Uji hedonik dilaksanakan dengan melibatkan 30 panelis tidak terlatih yang memberikan penilaian melalui skla 5 poin terhadap aspe warna, aroma, rasa, dan tekstur. Data hasil pengujian diolah menggunakan uji Friedman. Adapun hasil uji statistik mengindikasikan adanya perbedaan nyata terhadap semua parameter organoleptik (p<0,05). Formulasi F2 memperoleh tingkat penerimaan tertinggi dengan dengan skor aroma tertinggi (4,27±0,740) serta skor rasa (3,93±0,691), warna (3,97±0,718), dan tekstur (3,77±0,774) yang relatif mendekati kontrol. Analisis kandungan gizi menunjukkan bahwa F2 mengandung energi 366,04 kkal, protein 22,89 g, lemak 20,90 g, karbohidrat 21,38 g, dan zat besi 3,18 mg per porsi (5 pcs). Kesimpulan, tumpi-tumpi formulasi F2 berpotensi dikembangkan sebagai pangan lokal bagi ibu hamil KEK dalam rangka mendukung peningkatan asupan gizi dan pencegahan stunting pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.