Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Ketimpangan Akses Pendidikan antara Wilayah Perkotaan dan Pedesaan di Indonesia dalam Mendukung Pemerataan Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045 Farida Bilqis; Arik Anfasa Salsabil; Diana Hildianti; Nurdin Nurdin
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1078

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar setiap warga negara dan berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun, Indonesia masih menghadapi ketimpangan akses pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan yang ditandai oleh perbedaan infrastruktur pendidikan, distribusi guru, akses teknologi, dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab ketimpangan pendidikan, mengevaluasi implementasi kebijakan pemerataan pendidikan, serta mengkaji implikasinya terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan data statistik pendidikan. Analisis dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan ketimpangan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor geografis, sosial ekonomi, keterbatasan infrastruktur, distribusi guru yang tidak merata, dan kesenjangan digital menjadi penyebab utama ketimpangan pendidikan. Berbagai kebijakan pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar, Bantuan Operasional Sekolah, Program Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, dan Digitalisasi Sekolah, telah berkontribusi dalam meningkatkan akses pendidikan, meskipun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala. Ketimpangan pendidikan berpotensi menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pencapaian Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemerataan pendidikan yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan daerah untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas.