Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS “BREAST MILK COOKIES®” TERHADAP PENINGKATAN VOLUME ASI IBU POSTPARTUM Gessyla Ryandini; Hidayat Wijayanegara; Meti Widya Lestari; Yanti Herawati; Herri S Sastramihardja; Herry Garna
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2723

Abstract

Berbeda dengan masa kehamilan, ibu menyusui memerlukan lebih banyak energi dan gizi. Pemberian makanan pendamping ASI, mampu meningkatkan produksi ASI. Penelitian bertujuan menganalisis efektivitas “Breast Milk Cookies” untuk meningkatkan volume ASI ibu postpartum. Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan pendekatan desain pretest-posttest dua kelompok, melibatkan 114 ibu pasca melahirkan, terdiri dari 57 ibu dalam kelompok intervensi dan 57 ibu dalam kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan di RSIA Puri Adhya Paramita pada 19 Februari–19 April 2024. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability accidental sampling. Analisis unvariat menggunakan statistik deskriptif. Analisis  bivariat menggunakan uji Mann-Whitney, uji independent samples, uji Wilcoxon, dan uji efektivitas menggunakan Gain score. Hasil uji Mann-Whitney U pada saat pretest menunjukkan nilai p=0,167 (>0,05), yang berarti tidak ada perbedaan volume ASI pada tahap pretest. Uji independent samples saat posttest menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan volume ASI pada tahap posttest. Uji Wilcoxon pada kelompok “Breast Milk Cookies” saat pretest menghasilkan nilai p=0,000 (<0,05), menandakan bahwa “Breast Milk Cookies” efektif meningkatkan volume ASI ibu postpartum. Uji Wilcoxon pada kelompok cookies yang tersedia di pasaran saat pretest juga menghasilkan nilai p=0,000 (<0,05), menunjukkan bahwa cookies yang tersedia di pasaran juga efektif dalam meningkatkan volume ASI ibu postpartum. Hasil uji efektivitas kelompok “Breast Milk Cookies” diperoleh Gain score sebesar 86,49%, sedangkan kelompok cookies yang tersedia di pasaran diperoleh Gain score sebesar 80,89%, yang berarti keduanya termasuk kategori efektif. Simpulan, pemberian “Breast Milk Cookies” meningkatkan volume ASI ibu postpartum lebih banyak dibanding dengan pemberian cookies yang tersedia di pasaran di RSIA Puri Adhya Paramita Lampung Tengah tahun 2024.
The impact of the PLASI App on DPT and polio immunization visits for children 0–9 months Anggi Sri Budiarti; Teni Nurlatifah; Yanti Herawati; Yeni Mahwati; Meti Widiya Lestari; Ma’mun Sutisna
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.2755

Abstract

Latar Belakang: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melalui Immunization Agenda 2030 mendorong inovasi digital untuk meningkatkan cakupan imunisasi. Intervensi digital dapat meningkatkan akses informasi dan partisipasi masyarakat, meskipun kesenjangan akses teknologi masih menjadi tantangan. Tujuan: Mengetahui pengaruh aplikasi PLASI (Penyedia Layanan Informasi Imunisasi) terhadap kunjungan imunisasi Diphtheria, Pertussis, Tetanus, dan Polio pada anak. Metode: Aplikasi PLASI, sebagai media digital yang menyajikan informasi imunisasi melalui audio, visual, dan grafik, diuji menggunakan desain quasi-experimental dengan pretest–posttest control group. Penelitian melibatkan 135 ibu di Desa Klari, Karawang, yang memiliki bayi usia 0–9 bulan dan mengikuti kegiatan posyandu pada Januari–Mei 2024. Dengan teknik purposive sampling, dipilih 80 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (pengguna PLASI) dan kontrol (non-pengguna). Instrumen yang digunakan meliputi aplikasi PLASI, kuesioner pretest–posttest (pengetahuan ibu), dan lembar observasi kunjungan imunisasi. Hasil: Uji McNemar menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kunjungan imunisasi DPT (p=0,020) dan polio (p=0,020) pada kelompok pengguna PLASI dibandingkan kelompok kontrol. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan akses teknologi di daerah terpencil dan perubahan jadwal yang mendadak. Simpulan: Aplikasi PLASI efektif dalam meningkatkan kunjungan imunisasi melalui peningkatan akses informasi dan partisipasi masyarakat. Namun, diperlukan upaya untuk mengatasi hambatan yang ada, seperti keterbatasan teknologi dan kendala layanan, melalui edukasi kesehatan yang terarah, kolaborasi dengan pemangku kepentingan, serta evaluasi berkala agar intervensi digital dapat berkelanjutan dan adaptif, khususnya di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.