Asyirotul Ridho
UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tradisi Genduri sebagai Sarana Konstruksi Solidaritas Sosial dan Religiusitas Masyarakat: Studi Kasus di Desa Tajug, Siman, Ponorogo Asyirotul Ridho
At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies Vol. 1 No. 2 (2026): At-Tafakkur: Journal of Islamic Studies
Publisher : CV Omah Kreator

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63199/attafakkur.v1i2.17

Abstract

Tradisi genduri merupakan salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa yang hingga kini masih dipraktikkan sebagai bagian dari kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat. Di tengah arus modernisasi yang berpotensi menggeser berbagai tradisi lokal, masyarakat Desa Tajug, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo masih mempertahankan tradisi genduri sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial dan religiusitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi genduri serta menganalisis nilai-nilai sosial keagamaan yang terkandung di dalamnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala dusun, tokoh agama, serta tokoh pemuda Desa Tajug. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi genduri di Desa Tajug mengalami transformasi dari praktik yang bercorak tradisional menuju bentuk yang lebih bernuansa Islam tanpa menghilangkan fungsi sosialnya. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai media ungkapan syukur dan doa kepada Tuhan, tetapi juga sebagai sarana memperkuat hubungan kekeluargaan, solidaritas sosial, gotong royong, serta harmonisasi hubungan antarwarga. Selain itu, tradisi genduri berperan dalam mempertahankan identitas budaya lokal dan menjadi ruang pewarisan nilai-nilai sosial keagamaan kepada generasi muda. Dengan demikian, tradisi genduri tetap relevan sebagai mekanisme integrasi sosial dan penguatan religiusitas masyarakat di tengah perubahan sosial yang berlangsung.