Andi Resvi
Universitas Indonesia Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBEDAAN MOTIVASI BERPRESTASI DITINJAU DARI STRATEGI COPING YANG DI GUNAKAN PADA SISWA SMA NEGERI 17 MAKASSAR. Andi Resvi; Ancu Ancu
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2019): JURNAL PSIKOLOGI SKIsO
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi berprestasi merupakan salah satu hal yang penting yang perlu diperhatikan dalam dunia pendidikan, sebab berpengaruh terhadap keberhasilan pelajar meraih prestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan motivasi berprestasi ditinjau dari strategi coping yang digunakan pada siswa SMA Negeri 17 Makassar. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah: 1. Variabel bebas (X) : Strategi coping,2. Variabel terikat (Y) : Motivasi berprestasi, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan ialah skala motivasi berprestasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan untuk melihat perbedaan motivasi berprestasi ditinjau dari penggunaan strategi coping, yakni Problem Focus Coping (PFC) dan Emotion Focus Coping (EFC) pada siswa SMA Negeri 17 Makassar, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan motivasi berprestasi antara siswa yang menggunakan PFC dan EFC. Siswa yang menggunakan PFC jauh lebih efektif dalam meningkatkan motivasi berprestasinya, dibandingkan dengan siswa yang menggunkan EFC.
HUBUNGAN ANDROPAUSE DENGAN STRES PADA PRIA BERISTRI zul Zulfikar; Andi Resvi
JURNAL PSIKOLOGI SKIsO (Sosial Klinis Industri Organisasi) Vol 1 No 1 (2026): Jurnal Psikologi
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Timur (UIT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jps.v1i1.1569

Abstract

Hubungan Andropause dan Stres pada Pria Beristri Andropause merupakan kondisi penurunan fungsi terkait testosteron pada pria paruh baya hingga lanjut usia yang berlangsung bertahap, dan dapat disertai perubahan psikologis yang meningkatkan kerentanan terhadap stres. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara keluhan/gejala andropause dan stres pada pria beristri di Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Desain penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Partisipan berjumlah 100 pria beristri usia >40 tahun yang memenuhi kriteria inklusi (istri sah, lama perkawinan >15 tahun, minimal dua anak, berdomisili di Makassar). Keluhan andropause diukur dengan skala andropause yang disusun berdasarkan indikator ADAM, sedangkan stres diukur dengan skala stres berdasarkan karakteristik stres umum. Data memenuhi asumsi normalitas dan linearitas (p>0,05). Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan sangat signifikan antara andropause dan stres (r=0,562; p<0,001), dengan sumbangan efektif sebesar 31,5% (R²=0,315). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin banyak keluhan andropause yang dirasakan, semakin tinggi tingkat stres pada pria beristri. Implikasi penelitian menekankan pentingnya edukasi, skrining dini, dan intervensi gaya hidup sehat untuk membantu adaptasi pria pada masa andropause.