Kemampuan mengenali dan meregulasi emosi merupakan bagian penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak. Namun, proses pembelajaran emosi di lingkungan pengasuhan sosial masih didominasi metode konvensional yang kurang interaktif sehingga pemahaman anak terhadap materi emosi belum optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan media pembelajaran emosi berbasis Augmented Reality (AR) bernama MEURASA untuk meningkatkan literasi emosi anak di UPTD Rumoh Seujahtera Aneuk Nanggroe (RSAN). Media dikembangkan dalam bentuk aplikasi interaktif berbasis AR yang menampilkan visualisasi emosi tiga dimensi melalui perangkat mobile. Metode pelaksanaan meliputi observasi kebutuhan mitra, perancangan dan pengembangan aplikasi, implementasi, serta evaluasi menggunakan pendekatan pre-test dan post-test dengan instrumen Difficulties in Emotion Regulation Scale (DERS-16). Kegiatan melibatkan 31 anak usia 7–12 tahun sebagai peserta. Hasil implementasi menunjukkan bahwa aplikasi Meurasa dapat digunakan dengan baik dalam proses pembelajaran dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Seluruh peserta memperoleh nilai di atas 85 poin pada evaluasi akhir pemahaman materi emosi. Selain itu, hasil pengukuran DERS-16 menunjukkan penurunan rata-rata skor dari 52,3 pada pre-test menjadi 38,7 pada post-test, yang mengindikasikan peningkatan kemampuan regulasi emosi peserta. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis AR yang dikembangkan dinilai efektif sebagai inovasi teknologi pembelajaran untuk mendukung peningkatan literasi emosi anak di lingkungan panti sosial.