Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK PERKEMBANGAN ILMU FALAK PADA MASA DINASTI ABBASIYAH Shafira Amajida; Nurul Izza
Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Salimiya
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/salimiya.v6i1.1960

Abstract

The progress of Falak science during the Abbasiyah dynasty had a huge impact on contemporary science. The influence of Greek, Persian and Indian civilizations provided very significant developments. The translation of books carried out during the Al-Makmun’s government made things easier for thinkers of that time. The institutions established and the facilities provided by the government have had a huge impact in leading to the birth of leading scientists. The purpose of this article is to explain the impact of historical developments during the Abbasid dynasty on the development of astronomy today. This research is qualitative research using the library research method. The approach used is socio-historical analysis which focuses on historical narration with a focus on a certain period. The data collection technique used is documentation of primary data and secondary data.
PROBLEMATIKA ARAH KIBLAT MAKAM DALAM PANDANGAN ULAMA MAZHAB DAN FAKTA DI LAPANGAN Nurul Izza
Salimiya: Jurnal Studi Ilmu Keagamaan Islam Vol. 6 No. 4 (2025): Salimiya
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arah kiblat tidak hanya diperuntukkan dalam ibadah salat, namun juga dalam pengurusan jenazah. Salah satu bentuk penghormatan pada jenazah adalah menghadapkannya ke arah kiblat ketika menguburkannya. Namun permasalahan di Indonesia ternyata arah kiblat makamnya banyak yang melenceng dari yang seharusnya. Para penggali kubur hanya mengira-ngirakan arah galiannya, mengikuti arah makam yang disekitarnya tanpa mengetahui keakurasian arahnya. Selain itu, hanya sekedar menghadap ke arah barat, arah yang dianggap sebagai arah kiblat bagi umat islam di Indonesia. Serta hanya mengikuti arah kiblat masjid terdekat tanpa mengkalibrasi kembali arah kiblatnya. Adanya problem ini berseberangan dengan pendapat para ulama’ yang menghukumi sunnah untuk menghadapkan jenazah ke arah kiblat, bahkan ulama’ Syafi’iyyah, Hanafiyah, dan Hanabilah menghukuminya wajib. Sehingga ketika jenazah dikubur dalam keadaan belum menghadap ke arah kiblat, maka harus membongkar kembali makamnya untuk merubah posisinya.