Sistem hidroponik modern berbasis Internet of Things (IoT) sangat rentan terhadap manipulasi data digital yang dapat memicu kesalahan fatal pada kontrol fisik aktuator. Sebagian besar sistem konvensional hanya berfokus pada pemantauan jarak jauh namun mengabaikan mekanisme audit keaslian data historis, sehingga perubahan data konfigurasi operasional secara tidak sah sering kali gagal terdeteksi. Penelitian ini telah mengembangkan Konyayur, sebuah arsitektur Cyber-Physical System (CPS) yang mengintegrasikan teknologi blockchain sebagai verifikatur eksternal independen untuk memastikan integritas data. Pengembangan arsitektur ini telah dieksekusi menggunakan kerangka kerja prototyping dengan pendekatan agile iteratif guna memvalidasi ketahanan mekanisme hashing kriptografis SHA-256 dan penjangkaran data (data achoring) pada jaringan testnet. Evaluasi ketahanan sistem terhadap 150 skenario injeksi manipulasi data sensor pH dan TDS telah mencatatkan Tingkat Deteksi Manipulasi (Detection Rate) yang sangat superior, yakni sebesar 98,67%, dengan tingkat peringatan palsu (false positive) nihil. Hasil eksperimen membuktikan bahwa penerapan model verification-based control integrity secara efektif mampu mengidentifikasi modifikasi data yang tidak terotorisasi. Meskipun efektivitas keamanan terbukti sangat tinggi, penelitian ini juga mengungkap celah kegagalan deteksi (false negative) sebesar 1,33% yang murni disebabkan oleh anomali audit latency pada sinkronisasi awan. Secara keseluruhan, integrasi blockchain telah terbukti mampu menciptakan rekam jejak audit yang tahan manipulasi guna mendukung implementasi pertanian cerdas yang andal dan aman.