Talitha Putri Talitha
Institut Teknologi Statistika dan Bisnis Muhammadiyah Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi akurasi ARIMA dan fuzzy time series chen dalam peramalan minat belanja shopee Talitha Putri Talitha; Wellie Sulistijanti
INFOTECH : Jurnal Informatika & Teknologi Vol 7 No 1 (2026): INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/infotech.v7i1.2408

Abstract

Shopee merupakan salah satu platform e-commerce pilihan utama masyarakat Indonesia untuk berbelanja secara daring. Seiring waktu minat belanja pada platform ini mengalami fluktuasi yang cenderung menurun. Sehingga dilakukan analisis peramalan minat belanja di Shopee agar dapat membantu para pelaku usaha dalam merancang strategi pemasaran yang sesuai dan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat akurasi metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) dan Fuzzy Time Series Chen dalam meramalkan minat belanja konsumen di Shopee berdasarkan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data mingguan minat belanja di platform Shopee periode Januari 2023 hingga Desember 2025. Proses pemodelan menghasilkan model ARIMA (3,1,3) sebagai model terbaik. Hasil akurasi peramalan menunjukkan bahwa model ARIMA (3,1,3) dengan MAPE sebesar 1%, lebih rendah dibandingkan metode Fuzzy Time Series Chen yang memiliki nilai MAPE sebesar 3%. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa model Arima (3,1,3) memiliki tingkat akurasi sangat baik. Hasil peramalan minat belanja konsumen di Shopee pada bulan Januari 2026 mengalami penurunan pada minggu kedua hingga minggu ketiga. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan pelaku usaha untuk mengoptimalkan strategi promosi serta melakukan perencanaan persediaan stok produk di minggu kedua, guna menghadapi fluktuasi penurunan minat belanja konsumen serta menghindari penumpukan barang.