This Author published in this journals
All Journal IJEMA
Kurnia Afriani
Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Pemahaman Dalam Efektivitas Penerimaan Dan Pembukuan Pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bengkalis Dwi Rismayanti; Kurnia Afriani; Evi Pazila
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 6 (2026): IJEMA - Juni 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman terhadap efektivitas penerimaan dan pembukuan pada Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) Kabupaten Bengkalis. Penerimaan daerah dan pembukuan merupakan aspek penting dalam pengelolaan keuangan daerah karena berperan dalam mendukung akuntabilitas, transparansi, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pemahaman yang baik terhadap prosedur penerimaan dan pembukuan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas serta mendukung pencapaian target pendapatan daerah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan keterlibatan langsung dalam aktivitas kerja pada Bidang Penerimaan dan Pembukuan BAPENDA Kabupaten Bengkalis. Fokus kajian diarahkan pada proses penerimaan daerah, pencatatan pembukuan, serta efektivitas pengelolaan pendapatan daerah berdasarkan data realisasi penerimaan tahun 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa pegawai BAPENDA Kabupaten Bengkalis telah memiliki pemahaman yang baik mengenai prosedur penerimaan dan pembukuan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Efektivitas pengelolaan penerimaan daerah tercermin dari realisasi pendapatan daerah yang mencapai 62,13% dari target tahunan hingga September 2025. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang memengaruhi efektivitas penerimaan, antara lain tingkat kepatuhan wajib pajak yang belum optimal, keterbatasan data objek pajak, serta perlunya penyesuaian terhadap regulasi terbaru. Oleh karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemutakhiran basis data perpajakan, serta penguatan sistem informasi menjadi langkah penting dalam mendukung pengelolaan penerimaan dan pembukuan yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel