Mukti Widayati
"Universitas Veteran Bangun Nusantara"

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai Multikultural Penamaan Kulineran Etnik Jawa: Implikasinya terhadap Pendidikan Bahasa dan Kesadaran Sosial Budaya Benedictus Sudiyana; Marjito Marjito; Mukti Widayati
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 1 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i1.8227

Abstract

The naming of culinary with Javanese ethnic flair is not without meaning, but has certain values. However, until now there has been no adequate study that reveals these ethnic values. This study aims to describe the types of culinary naming, the multicultural values contained therein and their implications for language education and socio-cultural awareness. This study uses a qualitative approach with a descriptive method, involving 62 culinary names collected through observation, reading documentation, and notes. Data were analyzed using a social semiotic framework to reveal the context of experiential, interpersonal, and textual meaning. The results of the study showed six main types of naming, such as greetings, number of words, cultural influence, old names (legends), prioritizing location and prioritizing merchandise. These types of naming reflect eight multicultural values; cultural harmony, tolerance, and innovation of tradition. This naming also supports the preservation of local languages, inclusivity, appreciation of local wisdom, intercultural tolerance, cultural adaptation, gender equality, historical preservation, and social community. This finding has implications for language education such as vocabulary learning, semiotics and meaning, communication in cultural interactions, and linguistic creativity. Implications for the aspect of socio-cultural awareness are seen in awareness of cultural diversity, local identity, social interaction, cultural education, and social harmony. Abstrak Penamaan kulineran bernuansa etnik Jawa bukan tanpa makna, akan tetapi memiliki nilai-nilai tertentu. Namun, hingga kini belum terdapat kajian yang memadai yang mengungkap nilai-nilai keetnikan tersebut. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis-jenis penamaan kulineran, nilai-nilai multikultural yang terkandung di dalamnya dan implikasinya terhadap pendidikan bahasa serta kesadaran sosial budaya. Penelitian ini menggunakan dengan metode deskriptif kualitatif, melibatkan 62 nama kulineran yang dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi baca, dan catat. Data dianalisis menggunakan kerangka semiotika sosial untuk mengungkap konteks makna pengalaman, interpersonal, dan tekstual. Hasil penelitian menunjukkan enam jenis penamaan utama yaitu sapaan, jumlah kata, keterpengaruhan budaya, nama tua (legendaris), pengutamaan lokasi dan pengutamaan barang dagangan. Jenis-jenis penamaan tersebut merefleksikan delapan nilai nilai multikultural; harmoni budaya, toleransi, dan inovasi tradisi. Penamaan ini juga mendukung pelestarian bahasa lokal, inklusivitas, penghargaan terhadap kearifan lokal, toleransi antarbudaya, adaptasi budaya, kesetaraan gender, pelestarian sejarah, dan sosial kemasyarakatan. Temuan ini berimplikasi pada pendidikan bahasa seperti pembelajaran kosakata, semiotika dan makna, komunikasi dalam interaksi budaya, dan kreativitas linguistik. Implikasi pada sspek kesadaran sosial budaya terlihat pada kesadaran atas kebergaman budaya, identitas lokal, interaksi sosial, edukasi budaya, dan harmoni sosial.