p-Index From 2021 - 2026
0.778
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
S. Saptono
Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH MATERIAL STEMMING TERHADAP TINGKAT FRAGMENTASI PADA TAMBANG TERBUKA R. Pebriansyah; S. Saptono
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peledakan berperan penting dalam proses pembongkaran massa batuan pada kegiatan penambangan terbuka. Efektivitas peledakan sangat dipengaruhi oleh berbagai parameter teknis, salah satunya adalah pemilihan material stemming yang digunakan untuk menutup bagian atas lubang ledak. Stemming berfungsi menahan gas dan energi ledakan agar tersalurkan secara optimal ke dalam massa batuan untuk menghasilkan fragmentasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh dua jenis material stemming, yaitu batu laterit dan drill cutting, terhadap tingkat fragmentasi hasil peledakan pada tambang terbuka. Pengujian lapangan dilakukan dengan parameter peledakan yang seragam (jenis bahan peledak, geometri lubang ledak, dan pola peledakan), di mana lubang ledak dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan material stemming yang digunakan. Hasil peledakan dianalisis menggunakan metode Kuz-Ram dan Digital Image Analysis untuk menentukan distribusi ukuran batuan, serta dilakukan analisis statistik untuk melihat perbedaan signifikan antar jenis stemming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan batu laterit menghasilkan fragmentasi yang lebih halus dan seragam, ditunjukkan oleh nilai P80 yang lebih rendah, yaitu ukuran partikel di mana 80% volume material hasil peledakan berukuran lebih kecil dari nilai tersebut, serta persentase fragmen <30 cm yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan drill cutting. Batu laterit yang memiliki kepadatan dan kohesi lebih baik mampu menahan tekanan gas secara efektif. Dengan demikian, pemilihan material stemming yang tepat seperti batu laterit dapat meningkatkan kualitas fragmentasi dan efisiensi kegiatan penambangan.
ANALISIS KESTABILAN TEROWONGAN BEKAS TAMBANG BAWAH TANAH WATU JONGGOL TERHADAP GETARAN KENDARAAN S. M. Sari; S. Saptono
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terowongan bekas tambang bawah tanah yang berada di bawah jalur jalan raya berpotensi mengalami ketidakstabilan akibat beban dinamis lalu lintas, terutama tanpa sistem penyanggaan yang memadai. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh getaran kendaraan terhadap kestabilan terowongan di Watu Jonggol, Kulon Progo, melalui pengukuran getaran lapangan dan analisis numerik metode finite element. Lalu lintas di atas terowongan didominasi kendaraan ringan dengan sesekali kendaraan berat, sehingga intensitas getaran bervariasi sesuai jenis dan beban kendaraan yang melintas. Getaran permukaan yang direkam menggunakan Micromate Instantel pada delapan titik di atas terowongan menghasilkan nilai PPV transversal 15,6 mm/s, vertikal 10,2 mm/s, dan longitudinal 12,8 mm/s sebagai representasi intensitas getaran aktual. Analisis numerik 2D menggunakan RS2 dengan kriteria keruntuhan Hoek–Brown dan metode Shear Strength Reduction (SSR) menunjukkan bahwa nilai Strength Reduction Factor (SRF) pada kondisi statis sebesar 1,32 pada dinding dan 2,35 pada crown, kemudian menurun menjadi 1,30 dan 1,67 pada kondisi getaran rata-rata, serta 1,26 dan 1,66 pada getaran maksimum. Kontur tegangan, deformasi, dan zona yielded memperlihatkan bahwa pengaruh dinamis terutama terkonsentrasi pada dinding dan crown. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa terowongan masih berada dalam kondisi stabil.
ANALISIS KESTABILAN PILLAR PADA BEKAS TAMBANG MANGAN KLIRIPAN, KULON PROGO, YOGYAKARTA E. A. Valinka; S. Saptono
Jurnal Pertambangan Vol. 10 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan bekas tambang mangan bawah tanah Kliripan di Kulon Progo memiliki potensi besar sebagai situs warisan geologi (geoheritage), namun kondisi lubang bukaan yang telah lama ditinggalkan menuntut evaluasi geoteknik mendalam guna menjamin keselamatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kestabilan pilar penyangga tersisa dengan mengintegrasikan perhitungan teoritis dan simulasi komputer. Metodologi yang diterapkan pada penelitian ini adalah dengan mengombinasikan metode analitik dan metode numerik. Secara analitik, kekuatan pilar dihitung menggunakan formula empiris Obert dan Duvall serta beban pilar diestimasi melalui Tributary Area Theory untuk mendapatkan nilai Faktor Keamanan (FK). Selanjutnya, pemodelan numerik dengan menggunakan bantuan software Phase2 sehingga akan menghasilkan faktor keamanan pada room and pillar. Hasil analisis analitik menunjukkan nilai FK rata-rata pilar sebesar 1,29 yang diklasifikasikan dalam kondisi tidak aman berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik yang menyatakan bahwa nilai ambang batas dari faktor keamanan pada tambang bawah tanah untuk non fixed facility minimal adalah 1,5. Temuan ini diperkuat oleh simulasi numerik yang memperlihatkan bahwa nilai faktor keamanan >1,5 hanya pada lokasi 5 namun lokasi lainnya masih bernilai <1,5. Sedangkan, metode analitik menghasilkan nilai faktor keamanan >1,5 hanya terdapat pada dua (2) lokasi. Berdasarkan kedua pendekatan tersebut, disimpulkan bahwa pilar penyangga dalam kondisi tidak stabil dikarenakan nilai kekuatan dari batuan atau Uniaxial Compressive Strength tergolong bernilai kecil yaitu 18,92 mPa, sehingga apabila tambang mangan bawah tanah ini akan dibuka kembali diperlukannya evaluasi geoteknik secara berkala atau penambahan penyangga.