p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
S. Saptono
UPN "Veteran" Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUKURAN RQD MENGGUNAKAN METODE FOTOGRAMETRI DENGAN SMARTPHONE DI EKS-TAMBANG MANGAN BAWAH TANAH K. B. Baroto; S. Saptono
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RQD merupakan salah satu analisis geoteknik empiris yang umum dilakukan dalam mengetahui kualitas massa batuan di lapangan. Secara konvensional, pengukuran ini dapat dilakukan dengan dua metode, yakni dari hasil core drilling dan pengukuran orientasi diskontinuitas dari scanline. Metode scanline memerlukan kontak langsung dengan massa batuan yang diamati dan memiliki risiko keselamatan bagi pengukurnya apabila dilakukan di area rawan, seperti lereng atau dinding terowongan. Selain itu, kekurangan lainnya adalah cukup memakan waktu baik ketika di lapangan maupun dalam pengolahan data pasca-pengukuran. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur RQD dengan metode yang lebih efisien, safety, dan user-friendly dengan algoritma komputasi yang diakuisisi dengan metode fotogrametri menggunakan smartphone. Fotogrametri dilakukan dengan memanfaatkan software Polycam untuk pengambilan foto sejumlah 150-200 foto per titik observasi di Eks-Tambang Mangan Bawah Tanah Kliripan. Luaran dari fotogrametri berupa 3D triangular mesh akan diskalakan ulang dengan objek yang telah diketahui ukurannya sebagai acuan dan di-export ke dalam format 3D point cloud untuk kemudian diorientasikan ulang ke arah utara magnetik guna memvalidasi pengukuran dip dan dip direction massa batuan. Hasil 3D point cloud yang sudah tervalidasi ini kemudian diseleksi untuk menghilangkan pengaruh vegetasi dan dilakukan assisted-tracing berdasarkan curvature algorithm dari plugin Compass yang terdapat pada software CloudCompare untuk membentuk bidang orientasi diskontinuitas dari point cloud massa batuan. RQD dihitung berdasarkan scanline virtual yang dibuat di 3D point cloud, hasilnya memiliki rata-rata nilai 24,21% untuk scanline horizontal dan termasuk pada kategori very poor, serta rata-rata di angka 43,49% untuk scanline vertikal yang termasuk pada kategori poor.
MODIFIKASI MODEL RASIO POISSON BERBASIS TEGANGAN PADA BATU GAMPING KALILINGSENG D. Saputro; S. Saptono
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasio Poisson adalah parameter deformabilitas yang bersifat dinamis dan dapat berubah terhadap tegangan, akan tetapi sering kali dianggap memiliki nilai yang konstan dalam analisis geoteknik. Pengabaian terhadap sifat dinamis dan penggunaan model tanpa kalibrasi pada batuan berpori fatal terhadap akurasi prediksi deformasi dan keamanan lubang bukaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyesuaikan dan memodifikasi model empiris universal yang telah diusulkan oleh Narimani, et al. (2025) agar sesuai dengan karakteristik batu gamping (limestone) dari Formasi Sentolo, khususnya area bekas tambang bawah tanah Kalilingseng. Metode eksperimental kuantitatif mengacu pada standar International Society for Rock Mechanics (ISRM, 2007) untuk pengujian kuat tekan uniaksial (UCS) dengan pengukuran kontinu tegangan aksial dan regangan lateral untuk analisis deformasi yang presisi. Analisis data memperlihatkan bahwa model asli dengan rentang sudut tangen 160° terlalu sensitif dan menghasilkan prediksi yang terlalu tinggi (overestimasi) pada batuan di area penelitian. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan modifikasi fungsi tangen dengan mempersempit rentang sudut menjadi 140(σ/σc) – 70. Hasil penyesuaian kurva menunjukan bahwa model modifikasi ini, dengan konstanta terkalibrasi A=0,26 dan B=20 untuk metode secan, A=0,27 dan B=20, A=0,31 dan B=10 untuk Tangen, A=0,27 dan B= 20 untuk rata-rata, dapat memprediksi perubahan Rasio Poisson dengan akurasi yang lebih baik dibandingkan model aslinya. Validasi statistik menunjukkan peningkatan akurasi yang signifikan dengan nilai Root Mean Square Error (RMSE) rata- rata sebesar 32% dibandingkan dengan model aslinya. Model modifikasi ini direkomendasikan untuk prediksi deformasi lateral yang lebih realistis dalam desain geoteknik pada batuan sedimen lunak.