This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Retongga, N.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL DAN PERBANDINGAN KESTABILAN LERENG JALAN TAMBANG BATUBARA DENGAN METODE BISHOP DAN GRAFIS HOEK DAN BRAY DI SUMATERA SELATAN Saputra, R. B.; Retongga, N.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2236

Abstract

Stabilitas lereng merupakan faktor penting dalam perencanaan, pengoperasian tambang, dan penggalian tambang terbuka. Desain lereng yang stabil dan presisi akan berdampak besar pada ekonomi pertambangan dan keberlanjutan produksi tambang. Jika dilakukan studi stabilitas lereng yang baik, maka akan diperoleh penyusunan rencana penambangan yang lengkap. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan faktor keamanan lereng jalan metode Bishop dan metode grafis Hoek dan Bray, serta memberi rekomendasi rekayasa lereng jika faktor keamanan di bawah nilai minimum. Metode penelitian terdiri dari empat (4) tahap, yaitu: (1) Pemetaan geologi, yaitu pengamatan stratigrafi batuan, pengambilan sampel batuan, dan geometri lereng di jalan lereng tambang daerah penelitian, (2) Pengambilan hasil analisis laboratorium PT X atau data sekunder meliputi nilai bobot isi batuan (γ), kohesi (c), sudut geser dalam (θ), (3) Pemodelan metode Bishop menggunakan Software Geostudio 2018 slope/W dan analisis grafik Hoek dan Bray, (4) Hasil analisis menggunakan metode Bishop dan Hoek dan Bray dilakukan perbandingan nilai faktor keamanan dan geometri lereng yang dianalisis. Secara keseluruhan faktor keamanan menggunakan metode bishop dengan bantuan software Geostudio 2018 Slope/w dan metode grafis Hoek & Bray tidak memiliki perbandingan nilai FK yang signifikan. Nilai faktor keamanan Jalan Machester City, Jalan Fulham, Jalan Leeds, dan Jalan Newcastle di atas 1,25 (>1,25) walaupun memiliki perbandingan geometri lereng yang cukup signifikan. Lereng keseluruhan memiliki kondisi yang aman dan stabil sehingga tidak perlu dilakukan rekayasa atau modifikasi lereng.