This Author published in this journals
All Journal JURNAL PERTAMBANGAN
Manalu, J. L.
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI PERBANDINGAN HASIL PELEDAKAN MENGGUNAKAN ANFO DAN EMULSION PADA KUARI BATU GAMPING Cahyaningsih, B.; Putra, A. P.; Manalu, J. L.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.3055

Abstract

Kegiatan peledakan memiliki peran penting dalam proses penambangan batu gamping untuk kebutuhan suplai bahan baku pembuatan semen. Dalam implementasinya, aktivitas peledakan batu gamping di Indonesia paling umum menggunakan bahan peledak curah generasi pertama (1955) yaitu ANFO (ammonium nitrat & fuel oil) atau generasi kelima (1990) yaitu Bulk Emulsion. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh jenis bahan peledak tersebut terhadap hasil peledakan dari aspek fragmentasi batuan, tingkat getaran dan intensitas kebisingan serta implementasi geometri peledakan di area operasional PT Dahana kuari batu gamping PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Site Tuban. Akusisi data penelitian dilakukan secara langsung (primer) dan juga tidak langsung (sekunder) yang selanjutnya diolah dengan software analisis distribusi fragmentasi (Kuz-Ram, 1983), pengukuran dengan alat Micromate Instantel, dan software desain geometri peledakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis bahan peledak mampu menghasilkan kualitas fragmentasi sesuai spesifikasi feeding crusher (≤800 mm) dengan nilai rata-rata ANFO yaitu 97,79% (top size 694,75 mm) dan Emulsion yaitu 98,47% (top size 644,95 mm). Peledakan dengan ANFO menghasilkan nilai PPV rata-rata 1,00 mm/s dan kebisingan 57,2 dB, sedangkan untuk Emulsion nilai PPV rata-rata 1,24 mm/s dan kebisingan 110,98 dB. Jumlah lubang ledak menggunakan Emulsion dapat dikurangi dari 6.322 menjadi 4.093 lubang untuk volume batuan 929.087 ton yang dihasilkan. Secara keseluruhan, bahan peledak Emulsion terbukti lebih efisien dan efektif dari sisi geometri peledakan sederhana jika dibandingkan ANFO, namun tetap ramah lingkungan dalam kondisi geologi batu gamping di lokasi penelitian.