The controversy over submission to leaders, both in the realm of the church and secular government, is a serious issue that demands in-depth theological and ethical studies. This study offers a critical approach through a qualitative study with a literature review method to examine historically, biblically, and socially how the legitimacy of leadership is understood and practiced, especially when the leader is repressive or corrupt. The results of the study show that the Bible emphasizes obedience to the government as part of the call of faith, but this obedience is not absolute, but must go hand in hand with ethical awareness and prophetic courage to reject injustice. The urgency of this study lies in true submission must be rooted in justice, moral integrity, and commitment to the values ??of the Kingdom of God, so that the church is a critical partner in building a just and dignified social order. Abstrak Kontroversi ketundukan kepada pemimpin, baik dalam ranah gerejawi maupun pemerintahan sekuler, menjadi persoalan serius yang menuntut kajian teologis dan etis yang mendalam. Penelitian ini menawarkan pendekatan kritis melalui studi kualitatif dengan metode tinjauan pustaka untuk menelaah secara historis, biblika dan sosial bagaimana legitimasi kepemimpinan dipahami serta dipraktikkan, khususnya ketika pemimpin bersifat represif atau koruptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alkitab menekankan ketaatan kepada pemerintah sebagai bagian dari panggilan iman, namun ketaatan tersebut tidak bersifat mutlak, melainkan harus berjalan beriringan dengan kesadaran etis dan keberanian profetik untuk menolak ketidakadilan. Urgensitas dari penelitian ini terletak pada ketundukan yang benar harus berakar pada keadilan, integritas moral, dan komitmen pada nilai-nilai Kerajaan Allah, sehingga gereja sebagai mitra kritis dalam membangun tatanan sosial yang adil dan bermartabat.