Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendekatan Explainable Deep Learning pada Klasifikasi Citra Sampah Menggunakan MobileNetV2 dan Teknik Grad-CAM serta SHAP Muhammad Al Adib; Andri Armaginda Siregar; Bill Raj; Rahmat Humala Putra Hasibuan; Jalaluddin Nasution; Andreas Jorghy Parapat; Rika Rosnelly
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 4 No. 3 (2026): Februari 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i3.739

Abstract

The increasing volume of waste resulting from urbanization and population growth poses significant challenges to waste management systems, particularly in the sorting stage. Deep learning approaches, especially Convolutional Neural Networks (CNNs), have been widely employed for waste image classification due to their ability to automatically extract complex visual features. However, a major limitation of these approaches lies in their limited interpretability, which may hinder user trust and real-world adoption. This study proposes an Explainable Deep Learning Framework for organic and inorganic waste image classification by integrating the MobileNetV2 architecture with Explainable Artificial Intelligence (XAI) methods, namely Gradient-weighted Class Activation Mapping (Grad-CAM) and SHapley Additive exPlanations (SHAP). MobileNetV2 is utilized as a feature extractor due to its computational efficiency and suitability for deployment on resource-constrained devices. The dataset used in this study consists of a combination of a public benchmark dataset and field-acquired waste images, processed using a transfer learning approach. Model performance is evaluated using accuracy, precision, recall, and f1-score metrics. Experimental results demonstrate that the proposed model achieves a validation accuracy of 90.25% with balanced performance across both classes. Furthermore, interpretability analysis using Grad-CAM and SHAP reveals that the model focuses on semantically relevant visual features and provides explainable feature contributions. These findings confirm that integrating lightweight CNN architectures with XAI techniques can produce waste classification systems that are accurate, transparent, and accountable.
Kombinasi K-Means dan Fuzzy C-Means untuk Clustering Transaksi PPOB Berdasarkan Validitas Cluster Nanda Setiawan; Heru Fredi; Bualazatulo Laia; Yiska Dayanti Zagoto; Johan; Andreas Jorghy Parapat; Wahyu Saptha Negoro
Jurnal Komputer Teknologi Informasi Sistem Komputer (JUKTISI) Vol. 4 No. 3 (2026): Februari 2026
Publisher : LKP KARYA PRIMA KURSUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/juktisi.v4i3.839

Abstract

Perkembangan layanan Payment Point Online Bank (PPOB) telah mendorong peningkatan signifikan pada volume dan kompleksitas data transaksi digital yang dihasilkan. Algoritma K-Means merupakan salah satu metode clustering yang paling banyak digunakan karena kesederhanaan, efisiensi komputasi, dan kemampuannya dalam menangani data berskala besar. Tujuan penelitian adalah mengelompokkan data transaksi PPOB secara optimal menggunakan kombinasi algoritma K-Means dan Fuzzy C-Means (FCM) serta mengevaluasi kualitas cluster berdasarkan validitas cluster. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data transaksi Payment Point Online Bank (PPOB) periode Januari 2024 yang diolah menggunakan Google Colaboratory (Google Colab). Data tersimpan dalam format CSV dan berisi informasi transaksi yang dilakukan oleh berbagai loket PPOB dengan jumlah data: 498.853 data transaksi. Penerapan metode Fuzzy C-Means memberikan hasil yang lebih sesuai karena mampu merepresentasikan derajat keanggotaan ganda pada loket-loket yang berada di zona transisi antar cluster. Keberadaan zona transisi tersebut membuktikan bahwa pendekatan Fuzzy lebih tepat digunakan dalam konteks bisnis PPOB yang dinamis, di mana performa loket dapat berubah seiring waktu dan tidak selalu berada pada kategori yang bersifat mutlak.