Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perbandingan Algoritma Machine Learning dalam Klasifikasi Serangan Phishing pada E-mail Kiki Putriani Siregar; Budi Triandi; Roslina Roslina
Jurnal Minfo Polgan Vol. 15 No. 1 (2026): Artikel Penelitian
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/jmp.v15i1.16104

Abstract

Serangan phishing melalui email merupakan ancaman siber yang terus meningkat dan berpotensi menyebabkan kebocoran data sensitif. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja tiga algoritma Machine Learning, yaitu Gradient Boosting, Random Forest, dan Logistic Regression dalam mengklasifikasikan email phishing dan non-phishing. Dataset diproses melalui tahapan pembersihan teks dan ekstraksi fitur menggunakan TF-IDF, kemudian dievaluasi berdasarkan metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma berbasis ensemble learning, khususnya Gradient Boosting dan Random Forest, memberikan performa lebih tinggi dibandingkan Logistic Regression dalam mendeteksi pola phishing yang kompleks. Meskipun Logistic Regression lebih sederhana dan mudah diinterpretasikan, model ensemble terbukti lebih efektif dalam meningkatkan akurasi klasifikasi
PREDIKSI PENJUALAN SUPERMARKET MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN LONG SHORT-TERM MEMORY (LSTM) Lima Hartimar Rambe; Yuke Manza; Kiki Putri Ani Siregar; Roslina Roslina
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5807

Abstract

Abstract: Sales forecasting is a crucial aspect of supermarket operations, as it supports inventory management, production planning, and strategic decision-making. Sales data typically exhibit complex patterns such as trends, seasonality, and fluctuations, requiring modeling methods capable of handling nonlinear time-series characteristics. This study employs the Long Short-Term Memory (LSTM) model, an advanced form of Recurrent Neural Network (RNN) designed to capture long-term dependencies and overcome the vanishing gradient problem. The secondary dataset was obtained from the Kaggle platform, consisting of 20 features and a total of 1,000 records. The LSTM model was constructed using 50 neurons in the LSTM layer and a single dense output layer. Training was conducted for 100 epochs using the Adam optimizer and Mean Squared Error (MSE) as the loss function. The training process showed a consistent decrease in loss, reaching approximately 0.0193, while evaluation using Root Mean Squared Error (RMSE) indicated that the model effectively learned historical patterns. Visualization of predictions on the test dataset demonstrated that the model successfully followed sales trends, although it was less responsive to extreme fluctuations. Overall, the LSTM model proved effective for daily sales forecasting and can serve as a valuable tool for operational planning in supermarkets. Keywords: LSTM, Sales Forecasting, Time Series, Deep Learning, RMSE, Supermarket. Abstrak: Peramalan penjualan merupakan aspek penting dalam operasional supermarket karena berperan besar dalam pengelolaan inventaris, perencanaan produksi, serta pengambilan keputusan strategis. Data penjualan umumnya memiliki pola tren, musiman, dan fluktuasi yang kompleks sehingga memerlukan metode pemodelan yang mampu menangani karakteristik deret waktu nonlinear. Penelitian ini menggunakan model Long Short-Term Memory (LSTM), sebuah pengembangan Recurrent Neural Network (RNN) yang efektif dalam menangkap dependensi jangka panjang dan mengatasi masalah vanishing gradient. Data sekunder diperoleh dari platform Kaggle dengan 20 fitur dan total 1.000 record. Model LSTM dibangun menggunakan 50 unit neuron pada lapisan LSTM dan satu lapisan dense sebagai output. Model dilatih selama 100 epoch menggunakan optimizer Adam dan fungsi loss MSE. Hasil pelatihan menunjukkan penurunan loss yang stabil hingga mencapai nilai sekitar 0,0193, sedangkan evaluasi menggunakan Root Mean Squared Error (RMSE) menunjukkan bahwa model mampu mempelajari pola historis dengan baik. Visualisasi prediksi pada data pengujian memperlihatkan bahwa model mampu mengikuti tren pergerakan penjualan meskipun masih kurang responsif terhadap fluktuasi ekstrem. Secara keseluruhan, model LSTM terbukti efektif dalam memprediksi penjualan harian dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dalam perencanaan operasional supermarket. Kata kunci: LSTM, Peramalan Penjualan, Deret Waktu, Deep Learning, RMSE, Supermarket.