Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TIBAQ DALAM AL-QURʼAN: KAJIAN BALAGHAH DAN IMPLEMENTASINYA SEBAGAI KEINDAHAN STILISTIKA BAHASA ARAB Arif Rahman Zebua; Brian Avandi; Muhammad Mashduhqi Rifai’i
Journal of Golden Generation Religious Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Golden Generation Religious
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggr.v2i2.925

Abstract

Studi ini meneliti tibaq sebagai figur retorika dalam disiplin ilmu badiʼ yang muncul secara konsisten di seluruh Al-Qur'an. Berbeda dengan studi umum tentang balaghah Arab, penelitian ini berfokus pada fungsi komunikatif tibaq—bagaimana penjajaran dua kata yang berlawanan tidak hanya memperindah bahasa tetapi sekaligus memperkuat pesan teologis, etis, dan kosmologis Al-Qur'an. Dengan menggunakan metode kualitatif-tahlili dan tinjauan pustaka dari sumber-sumber balaghah klasik dan karya-karya tafsir, studi ini mengidentifikasi dua bentuk utama tibaq: tibaq ijab (antitesis afirmatif) dan tibaq salab (antitesis afirmatif-negatif). Analisis menunjukkan bahwa tibaq bukanlah sekadar ornamen linguistik tetapi strategi retorika yang bekerja secara sinergis dengan isi semantik setiap ayat. Temuan ini diharapkan dapat memperkaya studi tentang keunikan linguistik Al-Qur'an (i’jaz lughawi), khususnya dari perspektif stilistik.
INTEGRATION OF SOCIAL CONCEPTS IN THE INTERPRETATION OF THE QURAN: A STUDY OF THE RELATIONSHIP BETWEEN THE SOCIAL AND THE SPIRITUAL Mhd Syahriel Fahdzlan; M.Hanafi Ramadhan Ginting; Brian Avandi
Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-ilmu Agama Vol 5 No 1 (2023): Al - Mujaddid : Jurnal Ilmu-ilmu Agama
Publisher : STAI Sebelas April Sumedang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51482/almujaddid.v5i1.116

Abstract

Abstract This study investigates the integration of social and spiritual values in Qur'anic Tafsir, analyzing both classical and contemporary interpretations. Through a qualitative approach utilizing hermeneutical and thematic content analysis, the research examines how key mufassirun, such as al-Tabari, Ibn Kathir, al-Qurtubi, Quraish Shihab, Sayyid Qutb, and Maududi, interpret Qur'anic teachings on justice, poverty, and human relations. The findings reveal that social values such as justice and charity are deeply intertwined with spiritual principles, with both classical and modern Tafsir emphasizing the necessity of integrating personal piety with social responsibility. Contemporary scholars have further developed these concepts to address modern challenges like economic inequality and human rights, demonstrating the enduring relevance of Qur'anic guidance for today’s societal issues. This research contributes to the broader discourse on Islamic ethics and the role of religion in social reform, highlighting the balance between spiritual growth and the pursuit of social justice.