Kinerja instruktur merupakan faktor penting dalam menjaga mutu pembelajaran pada lembaga kursus dan pelatihan, tetapi pengelola masih menghadapi persoalan kedisiplinan, penyesuaian kompetensi, pemanfaatan teknologi, serta konsistensi evaluasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengelola dalam meningkatkan kinerja instruktur di Lembaga Kursus dan Pelatihan Karya Prima Medan melalui fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan pengendalian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data diperoleh dari satu pengelola dan dua instruktur yang dipilih secara purposif melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan kemudian keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan diarahkan pada kedisiplinan, pengembangan kompetensi, dan kemampuan adaptasi teknologi, meskipun penyampaian target belum sepenuhnya seragam. Pengorganisasian dilakukan melalui pembagian tugas berdasarkan kompetensi dan pengaturan jadwal, sedangkan pelaksanaan mencakup pengarahan, motivasi, pelatihan, komunikasi melalui pertemuan teknis dan kelompok WhatsApp, serta penyediaan fasilitas pembelajaran. Pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan kehadiran, pemantauan pembelajaran, evaluasi materi, dan pemberian umpan balik. Strategi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, kesiapan mengajar, dan profesionalisme instruktur, tetapi masih memerlukan standar perencanaan dan instrumen evaluasi kinerja yang lebih terstruktur.