Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community Empowerment in the Landscaping of Gardens around Karo Traditional Houses to Support Cultural Ecotourism in Lingga Village Mei Brilian Harefa; Dasrizal; Nurul Adha Sitorus; Egy Bremana Ginting; Junianty Dahnita Br Purba
Journal of Golden Generation Abdimas Vol. 1 No. 2 (2025): Desember : Journal of Golden Generation Abdimas
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgga.v1i2.116

Abstract

Lingga Village in Karo Regency, North Sumatra, is a cultural village that preserves the traditional architecture of the Karo people, particularly the Siwaluh Jabu traditional house, which reflects the community’s life philosophy, social order, and spirituality. The surrounding environment of these traditional houses remains poorly organized, with vacant land left unmanaged and declining awareness of cultural preservation, resulting in suboptimal utilization of the area’s aesthetic value, cultural function, and tourism potential. This community service program aims to arrange a cultural garden around the traditional houses while empowering the local community to manage the cultural landscape in a sustainable manner, with a focus on preserving cultural identity, improving environmental quality, and strengthening the local economy through the development of cultural tourism and agrotourism. The implementation method adopts a community-based participatory approach, carried out through several stages: site observation and mapping, focus group discussions, planning and designing the cultural garden, training and knowledge transfer, collective implementation of garden arrangement, as well as evaluation and documentation. The garden design integrates the orientation of the Siwaluh Jabu house, the cosmological meaning of space, ecological landscape principles, and the selection of local vegetation with symbolic, aesthetic, and economic value, organized into aesthetic, educational, and productive zones. The results of the program indicate the establishment of a well-arranged cultural garden rich in Karo cultural symbols, increased community capacity and participation, and the creation of a sustainable cultural landscape management model that functions as a “living laboratory” combining aesthetic, educational, economic, and spiritual roles. This model positions the community as the main actor and holds potential to be replicated in other cultural villages with similar characteristics.
Evaluasi Ketersediaan Sarana dan Prasarana Dasar di Huta Rakut Besi Nagori Siboras Kecamatan Pematang Silimahuta Kabupaten Simalungun Dasrizal Dasrizal; Mei Brilian Harefa; Jimmy Roi Tampubolon; Egy Bremana Ginting; Zeidan Ali Telambanua; Fery Pratama Gultom
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana dan Prasarana adalah kelengkapan dasar fisik lingkungan hunian yang memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan bertempat tinggal yang layak, sehat, aman, dan nyaman yang berfungsi untuk mendukung penyelenggaraan budaya, dan ekonomi. Ketersediaan sarana dan prasarana di setiap daerah belum bisa dibilang cukup memadai karena masih jarangnya dilakukan evaluasi sarana dan prasarana di setiap daerah. Penelitian ini dilakukan untuk menilai ketersediaan dari sarana dan prasarana Huta Rakut Besi yang memiliki 4 Lingkungan. Sarana dan prasarana yang ditinjau adalah jaringan saluran air (drainase), layanan air bersih, persampah, layanan jamban, dan jaringan jalan. Penelitian terkait ketersediaan sarana dan prasarana ini dilakukan di Huta Rakut Besi, Nagori Siboras Kecamatan Pematang Silimahuta Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Adapun akusisi data yang dilakukan pada penelitian ini adalah survei langsung dan meminta data pada balai desa yang kemudian akan di evaluasi menggunakan GIS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pembobotan/scoring yang mengacu pada jenis – jenis prasarana yang tersedia dan pnentuan nilai SPM dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 1/2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Hasil pembobotan/scoring dari setiap parameter prasarana tersebut kemudian di lakukan pembuatan layout yang kemudian dilakukan overlay menggunakan software GIS untuk menggabungkan semua peta parameter keseuaian sarana dan prasarana menjadi satu peta yang bernama peta kesesuaian sarana dan prasarana Desa. Berdasarkan hasil overlay tersebut didapatkan bahwa masih ada ketersediaan sarana dan prasarana di Desa Rakut Besi. Adapun tingkatan yang digunakan dalam penelitian ini terbagi menjadi 5 kelas yang diantaranya sangat baik, baik, sedang, buruk, sangat buruk. Ketersediaan sarana dan prasarana yang belum terpenuhi diantaranya jaringan jalan, jaringan drainase dan Persampahan yang belum ada ditiap kawasan. Ketersediaan sarana dan prasarana yang telah terpenuhi adalah layanan Jamban dan layanan air bersih. Penelitian ini diharapkan dapat membatu aparat desa dalam mengambil keputusan dalam memperbaiki sarana dan prasarana yang di teliti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan perolehan data melalui pengamatan secara langsung didesa rakut besi dan akan di publikasikan secara on line menjadikan jurnal yang sudah shinta.