Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS SENTIMEN MASYARAKAT PADA PARIWISATA PANTAI DI KABUPATEN BELITUNG STUDI KASUS: PANTAI TANJUNG PENDAM Irza Tri Sella; Boby Rahman
Journal of Golden Generation Engineering Vol. 2 No. 2 (2026): Juli : Journal of Golden Generation Engineering
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggengineering.v2i2.485

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis sentimen masyarakat terhadap pariwisata Pantai di Kabupaten Belitung khususnya dengan studi kasus Pantai Tanjung Pendam. Metode penelitian memanfaatkan data yang diperoleh dari 286 ulasan Google Review periode 2016-2026 dan dianalisis menggunakan pendekatan analisis sentimen, distribusi rating, word frequency, wordcloud, dan analisis korelasi temporal sebelum dan setelah pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukan persepsi pengunjung terkait destinasi sangat positif dengan presentase 90,2% ulasan tergolong sentimen positif, 7,7% netral, dan 2,1% negatif. Distribusi rating memperkuat temuan tersebut, di mana lebih dari 90% ulasan berada pada rating 4 dan 5, dengan rating 5 mencapai 65%. Hasil lain turut menunjukan analisis kata dominan menunjukan daya tarik utama destinasi terletak pada keindahan panorama, khususnya pemandangan matahari terbenam(sunset), suasana nyaman dan kesesuaian sebagai destinasi wisata keluarga. Sentimen negatif yang relatif kecil umumnya berkaitan dengan fasilitas, pengelolaan kawasan dan aspek kebersihan. Uji korelasi Pearson menunjukkan nilai 0,99 (p < 0,05), yang mengindikasikan hubungan sangat kuat antara pola persepsi wisatawan sebelum dan sesudah pandemi, sehingga struktur narasi pengalaman wisata cenderung stabil secara temporal. Kesimpulan menunjukan destinasi ini memiliki citra positif yang kuat dan tingkat kepuasan pengunjung yang tinggi, sekaligus memberi rekomendasi bagi pengelola dalam meningkatkan kualitas serta fasilitas dan pengelolaan.
Dampak Alih Fungsi Lahan Pertanian menjadi Perumahanterhadap Perubahan Limpasan dan Infiltrasi Air: Studi Kasus: Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal Tahun 2014-2024 Albait Falqon; Boby Rahman
Journal of Future Social Humanities and Cultural Evolution Vol. 1 No. 2 (2026): Agustus : Journal of Future Social Humanities and Cultural Evolution
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jfshe.v1i2.813

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat mendorong peningkatan kebutuhan lahan untuk kawasan hunian, yang memicu terjadinya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan terhadap perubahan limpasan permukaan dan infiltrasi air di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal pada periode tahun 2014–2024. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif rasionalistik dengan mengintegrasikan analisis spasial (interpretasi citra satelit menggunakan ArcGIS 10.8) serta metode analisis Delphi sebanyak tiga putaran untuk menguji persepsi para pemangku kepentingan (stakeholders). Pengambilan sampel narasumber dilakukan melalui teknik purposive sampling yang melibatkan unsur dinas pemerintahan terkait, akademisi, praktisi pengembang perumahan, dan tokoh masyarakat.  Hasil analisis spasial menunjukkan bahwa selama kurun waktu sepuluh tahun (2014–2024), luas lahan pertanian di Kecamatan Kramat mengalami penurunan sebesar 86,23 Ha (dari 2.562,18 Ha menjadi 2.475,95 Ha), sedangkan luas lahan perumahan meningkat sebesar 32,19 Ha (dari 123,54 Ha menjadi 155,73 Ha). Lebih lanjut, hasil analisis Delphi berhasil mencapai konsensus para ahli yang menyetujui 7 indikator dampak utama, yaitu perubahan luas lahan, peningkatan intensitas pembangunan, peningkatan permukaan kedap air, penurunan infiltrasi air, peningkatan volume limpasan permukaan, penurunan kinerja sistem drainase, dan peningkatan kejadian genangan air. Konversi area terbuka menjadi material kedap air (seperti atap bangunan, beton, dan aspal) meminimalkan kapasitas resapan tanah alami, sehingga memicu peningkatan aliran permukaan (surface run-off) yang berujung pada timbulnya masalah genangan air setinggi 10–70 cm di beberapa desa. Kesimpulannya, alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan di Kecamatan Kramat secara nyata merubah karakteristik permukaan dari permeabel menjadi kedap air, sehingga menurunkan kemampuan infiltrasi tanah dan memperbesar volume limpasan permukaan secara drastis.