Indra Hari Yadi
Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Muzara’ah Go Digital Sebagai Solusi Kemitraan Pertanian Bagi Lansia Di Jorong Babukik Indra Hari Yadi; Era Sonita
Tanmiyah Impact: Islamic Economics & Business Service Journal Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa-desa agraris di Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan demografi, khususnya meningkatnya jumlah petani lanjut usia dan menurunnya partisipasi generasi muda dalam sektor pertanian. Kondisi tersebut juga terjadi di Jorong Babukik, Kabupaten Agam, di mana sebagian besar lahan pertanian dimiliki oleh masyarakat lansia yang tidak lagi mampu mengelolanya secara langsung. Salah satu solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan sistem kemitraan pertanian berbasis syariah melalui akad muzara’ah. Namun, agar praktik muzara’ah tetap relevan di era digital, diperlukan transformasi berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Artikel ini bertujuan untuk menawarkan sebuah inovasi bertajuk “Muzara’ah Go Digital”, yaitu integrasi konsep muzara’ah dengan teknologi digital guna menciptakan sistem pertanian yang adil, produktif, dan inklusif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi lapangan, wawancara dengan pemilik lahan dan pemuda setempat, serta kajian pustaka terhadap literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi model Muzara’ah Go Digital sangat dipengaruhi oleh kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, lembaga keuangan syariah, dan perguruan tinggi. Agrarian villages in Indonesia are currently facing major challenges due to demographic changes, particularly the increasing number of elderly farmers and the declining participation of younger generations in the agricultural sector. This condition is also evident in Jorong Babukik, Agam Regency, where a significant portion of agricultural land is owned by elderly residents who are no longer able to manage their land independently. One solution proposed to address this issue is the implementation of a sharia-based agricultural partnership system through the muzara’ah contract. However, to ensure that this practice remains relevant in the digital era, transformation based on information and communication technology is required. This article aims to propose an innovation entitled “Muzara’ah Go Digital”, which integrates the concept of muzara’ah with digital technology to create a fair, productive, and inclusive agricultural system. The methods employed include field observations, interviews with landowners and local youth, and a literature review. The findings indicate that the successful implementation of the Muzara’ah Go Digital model is strongly influenced by collaboration among the community, government, Islamic financial institutions, and higher education institutions.