Pendidikan menabung dalam perspektif Islam merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter anak sejak usia dini. Pembiasaan menabung tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan pengelolaan keuangan, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, perencanaan masa depan, dan pengendalian diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan dampak edukasi menabung berbasis nilai-nilai Islam terhadap pemahaman dan motivasi siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan siswa, guru, dan orang tua di SDN 09 Masang Tiku V Jorong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi awal, penyampaian materi menggunakan media interaktif berupa gambar, poster, dan cerita, simulasi praktik menabung menggunakan celengan, serta diskusi dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan durasi tiga jam setiap harinya dan melibatkan siswa kelas III hingga V. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan pemahaman siswa terhadap pentingnya menabung sebagai bekal perencanaan masa depan. Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar siswa belum memiliki kebiasaan menabung secara rutin, namun setelah pelaksanaan program, siswa menunjukkan motivasi yang lebih tinggi untuk mulai menabung, baik di sekolah maupun di rumah. Pemberian celengan menjadi stimulus efektif dalam membentuk kebiasaan baru. Savings education from an Islamic perspective is an important component in shaping children’s character from an early age. The habituation of saving not only aims to teach financial management skills but also to instill values of responsibility, future planning, and self-control. This study aims to describe the process and impact of Islamic values–based savings education on elementary school students’ understanding and motivation. The study employs a qualitative approach with a case study design involving students, teachers, and parents at SDN 09 Masang Tiku V Jorong. Data collection techniques included initial observations, the delivery of learning materials using interactive media such as pictures, posters, and storytelling, simulations of saving practices using piggy banks, as well as discussions and reflection sessions. The activities were conducted over two days, with a duration of three hours per day, and involved students from grades III to V. The results indicate an increase in students’ enthusiasm and understanding of the importance of saving as preparation for future planning. Prior to the activity, most students did not have a regular saving habit; however, following the implementation of the program, students demonstrated higher motivation to begin saving, both at school and at home. The provision of piggy banks served as an effective stimulus in forming new saving habits