Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi tantangan kesehatan global dengan tingginya angka kejadian dan kompleksitas pengobatan. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas rebusan kunyit dan gula merah sebagai terapi adjuvan pada pasien TBC. Studi quasi-eksperimental dilakukan pada 20 pasien TBC yang menerima intervensi rebusan kunyit (5 gram) dan gula merah (10 gram) dua kali sehari selama 8 minggu, bersamaan dengan pengobatan OAT standar. Data dikumpulkan meliputi gejala klinis (batuk >2 minggu dan demam malam hari) serta berat badan. Analisis statistik menggunakan uji McNemar untuk gejala klinis dan paired t-test untuk berat badan. Sebanyak 60% responden berjenis kelamin laki-laki dengan distribusi usia merata (<35 dan ≥35 tahun masing-masing 50%). Terjadi penurunan signifikan proporsi pasien dengan batuk >2 minggu dari 100% menjadi 60% (p<0,001), namun perubahan pada demam malam hari tidak signifikan (75% menjadi 60%; p=0,581). Rerata berat badan meningkat signifikan dari 54,06±3,86 kg menjadi 56,82±0,79 kg (p<0,001). Rebusan kunyit dan gula merah menunjukkan efek signifikan dalam mengurangi gejala batuk dan meningkatkan berat badan pasien TBC. Temuan ini mendukung potensi penggunaan sebagai terapi adjuvan, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih ketat. Tuberculosis (TB) remains a global health challenge due to its high incidence and the complexity of treatment. This study evaluated the effectiveness of a turmeric and palm sugar decoction as an adjuvant therapy for TB patients. A quasi-experimental study was conducted on 20 TB patients who received an intervention consisting of turmeric (5g) and palm sugar (10g) decoction administered twice daily for eight weeks, alongside standard anti-tuberculosis (OAT) treatment. Data collected included clinical symptoms (cough lasting more than two weeks and night-time fever) and body weight. Statistical analysis was performed using McNemar’s test for clinical symptoms and paired t-test for body weight. A total of 60% of respondents were male, with an even age distribution (<35 and ≥35 years, each comprising 50%). There was a significant reduction in the proportion of patients experiencing cough lasting more than two weeks, from 100% to 60% (p<0.001), although the change in night-time fever was not statistically significant (from 75% to 60%; p=0.581). The average body weight increased significantly from 54.06±3.86 kg to 56.82±0.79 kg (p<0.001). The turmeric and palm sugar decoction demonstrated a significant effect in reducing cough symptoms and improving body weight in TB patients. These findings support its potential as an adjuvant therapy, although further studies with more rigorous designs are warranted.