Puguh Raharjo
Program Studi Sarjana Keperawatan, STIKES Maharani, Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan tingkat kecemasan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Rumah Sakit Ben Mari Malang: Correlation between anxiety levels and hypertension among older adults at Ben Mari Hospital, Malang Septaria Cahyaningtya Arum; Reny Tri Febriani; Puguh Raharjo
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.465

Abstract

Kecemasan merupakan faktor psikologis yang berpotensi memengaruhi kondisi fisiologis lansia, termasuk peningkatan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dan kejadian hipertensi pada lansia di Rumah Sakit Ben Mari Malang. Penelitian menggunakan desain korelasional dengan pendekatan potong lintang pada 60 lansia dengan diagnosis hipertensi yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan Hamilton Rating Scale for Anxiety, sedangkan derajat hipertensi ditentukan berdasarkan klasifikasi tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan berat (65,0%) dan berada pada kategori hipertensi derajat 2 (55,0%). Lansia dengan kecemasan berat lebih banyak ditemukan pada kelompok hipertensi derajat 2 (55,0%) dibandingkan kategori lainnya. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan kejadian hipertensi pada lansia (p < 0,001) dengan kekuatan hubungan yang tinggi (r = 0,838). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan berhubungan dengan derajat hipertensi pada lansia, sehingga pengelolaan aspek psikologis perlu dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya pengendalian hipertensi pada populasi lanjut usia. Anxiety is a psychological factor that may influence physiological conditions in older adults, including elevated blood pressure. This study aimed to analyze the relationship between anxiety levels and the occurrence of hypertension among older adults at Ben Mari Hospital, Malang. A correlational study with a cross-sectional design was conducted among 60 older adults diagnosed with hypertension, selected using accidental sampling. Anxiety levels were assessed using the Hamilton Rating Scale for Anxiety, while the degree of hypertension was determined based on blood pressure classification. The results showed that the majority of respondents experienced severe anxiety (65.0%) and were classified as having stage 2 hypertension (55.0%). Older adults with severe anxiety were more frequently found in the stage 2 hypertension group compared with other categories. Bivariate analysis demonstrated a statistically significant association between anxiety levels and the occurrence of hypertension among older adults (p < 0.001), with a high correlation coefficient (r = 0.838). These findings indicate that anxiety levels are associated with the degree of hypertension in older adults, suggesting that psychological factors should be considered as part of comprehensive hypertension management in the elderly population.
Hubungan sikap dan kepatuhan perawat terhadap penggunaan alat pelindung diri di instalasi rawat inap rumah sakit swasta di Malang: The relationship between nurses’ attitudes and compliance with the use of personal protective equipment in the inpatient unit of a private hospital in Malang Windi Astuti; Puguh Raharjo; Sismala Harningtyas
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.468

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan komponen penting dalam pencegahan infeksi di rumah sakit, khususnya pada perawat yang memiliki risiko tinggi terpapar agen infeksius. Kepatuhan perawat dalam menggunakan APD dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya sikap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sikap perawat dengan kepatuhan penggunaan APD di instalasi rawat inap sebuah rumah sakit swasta di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 36 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sikap dan lembar observasi kepatuhan penggunaan APD, kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki sikap positif terhadap penggunaan APD (91,7%) dan tingkat kepatuhan yang baik (75,0%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sikap perawat dan kepatuhan penggunaan APD (p = 0,002; r = 0,534), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap perawat berhubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan APD. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan dari manajemen rumah sakit untuk memperkuat sikap positif perawat melalui edukasi, supervisi, dan penyediaan APD yang memadai guna meningkatkan keselamatan kerja dan mutu pelayanan keperawatan. The use of personal protective equipment (PPE) is a crucial component in infection prevention in hospitals, particularly for nurses who are at high risk of exposure to infectious agents. Nurses’ compliance with PPE use is influenced by various factors, one of which is attitude. This study aimed to analyze the relationship between nurses’ attitudes and compliance with PPE use in the inpatient wards of a private hospital in Malang. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 36 nurses selected using a total sampling technique. Data were collected through an attitude questionnaire and an observation checklist for PPE compliance, and analyzed using the Spearman Rank test. The results showed that most nurses had a positive attitude toward PPE use (91.7%) and demonstrated good compliance (75.0%). Statistical analysis revealed a significant relationship between nurses’ attitudes and PPE compliance (p = 0.002; r = 0.534), indicating a moderate positive correlation. This study concludes that nurses’ attitudes are significantly associated with PPE compliance. Therefore, continuous efforts by hospital management are needed to strengthen positive attitudes through education, supervision, and adequate PPE provision to improve occupational safety and the quality of nursing care