Masruroh Lubis
STAI Sumatera Utara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penggunaan Aplikasi Daring (Dalam Jaringan) dan Permasalahannya pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa SMP Swasta Washliyani Medan Labuhan Masruroh Lubis
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 6 No. 2 (2021): September 2021
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v9i2.76

Abstract

Pembelajaran PAI merupakan pembelajaran yang menekankan pada aspek sikap. Tentunya hal ini memunculkan permasalahan tersendiri mengingat pembelajaran sikap merupakan pembelajaran yang menuntut pada penghayatan nilai-nilai PAI. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pembelajaran PAI secara daring pada masa pandemi? Permasalahan apa saja yang dihadapi guru dan siswa selama pembelajaran PAI secara daring? Penelitian ini berjenis penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara terhadap siswa dan guru melalui telfon dan secara langsung dengan menerapakan protokoler kesehatan secara ketat. Subjek penelitian ini para siswa dan guru yang terlibat langsung dalam pembelajaran PAI secara daring. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pembelajaran PAI secara daring menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan dari pemerintah mulai dari perencanaan pembelajaran, materi pembelajaran yang mengalami penyederhanaan, media pembelajaran menggunakan google classroom dan grup WA, metode pembelajaran sering menggunakan ceramah dan tugas, penilaian menggunakan tugas (pengerjaan tugas-tugas). 2) Permasalahan pembelajaran PAI secara daring yang dihadapi guru adalah: guru merasa kesulitan untuk mengajar dikarenakan siswa yang pasif, guru merasa lelah dan jenuh, media pembelajaran yang tersedia tidak memiliki fasilitas ideal, tidak dapat mengontrol proses pembelajaran secara komprehensif. Permasalahan pembelajaran daring yang dihadapi siswa adalah: kapasitas penyimpanan handphone terbatas, kendala sinyal dan kuota, dan kurang motivasi (pembelajaran merasa hambar dan tidak sungguh-sungguh karena tidak dapat melihat atau mendengarkan penjelasan guru langsung).