Raudhah Raudhah
MIN 8 Aceh Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONSEP PENDIDIKAN RAMAH ANAK MENURUT KI HADJAR DEWANTARA Raudhah Raudhah
Inteligensia: Jurnal Studi Keislaman Vol. 7 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : IAIN Takengon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54604/itg.v7i2.185

Abstract

Sekolah seharusnya menjadi ruang bagi anak untuk memperoleh pendidikan yang menyenangkan. Namun kenyataannya seringkali tidak demikian. Anak bersekolah menjadi beban bagi dirinya, terlebih jika suasana belajar yang ada membuatnya tidak nyaman. Penelitian ini mengkaji tentang “Konsep Pendidikan Ramah Anak Menurut Ki Hadjar Dewantara.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan prinsip-prinsip Pendidikan Ramah Anak menurut Ki Hadjar Dewantara. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan data atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan obyek penelitian atau pengumpulan data yang bersifat kepustakaan. Sumber data terdiri dari buku-buku Ki Hadjar Dewantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara terhadap Sekolah Ramah Anak yakni pendidikan humanistik. Humanistik bermakna “berilah kemerdekaan kepada anak-anak didik kita: bukan kemerdekaan yang leluasa, tetapi yang terbatas oleh tuntutan-tuntutan kodrat alam yang nyata dan menuju ke arah kebudayaan, yaitu keluhuran dan kehalusan hidup manusia”. Walaupun Ki Hadjar Dewantara tidak menyebut pendidikan humanistik adalah bagian dari ide besar Sekolah Ramah Anak, tapi setidaknya nilai-nilai yang terdapat didalamnya mengarah pada terciptanya Sekolah Ramah Anak. Prinsip pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara adalah “tuntunan”, yang dilandaskan pada lima prinsip Panca Dharma: Prinsip kemerdekaan, prinsip kebangsaan, prinsip kebudayaan, prinsip kemanusiaan dan prinsip kodrat alam dengan tujuan “menuntun” menggunakan metode Among berkarakteristik pendidikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan organisasi pemuda (masyarakat).