Secara fungsional Polri dituntut untuk melaksanakan tugas dengan sikap etis, adil dan ramah, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan serta menjaga ketertiban. Untuk mewujudkan hal tersebut diatas berbagai upaya telah dilakukan, salah satunya dengan kegiatan bimbingan agama. Bimbingan agama menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan jati diri dan meningkatkan etos kerja anggota Polri. Berangkat dari latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti (1) Bagaimana bentuk program dan pelaksanaan bimbingan agama di Polres Gayo Lues. (2) Bagaimana dampak bimbingan agama dalam meningkatkan etos kerja anggota kepolisian di Polres Gayo Lues. (3) Apa saja faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan bimbingan agama dalam meningkatkan etos kerja anggota kepolisian di Polres Gayo Lues. Penelitian ini merupakan field research yang bersifat kualitatif. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan: (1) Bentuk program dan pelaksanaan kegiatan bimbingan agama di Polres Gayo Lues terbagi menjadi tiga kegiatan; Pembinaan rohani dan mental (BINROHTAL), bimbingan agama kepada anggota Polres Gayo Lues yang akan melaksanakan pernikahan, perceraian dan rujuk dan peringatan hari-hari besar Islam; (2) Bimbingan agama untuk meningkatkan etos kerja Anggota kepolisian di Polres Gayo Lues menunjukan hasil yang baik, implikasi dari bimbingan agama untuk meningkatkan etos kerja Anggota kepolisian di Polres Gayo Lues meliputi, pertama tepat waktu, kedua Moralitas yang bersih (ikhlas), ketiga kejujuran, keempat memiliki komitmen dan kelima istiqamah (kuat pendirian.