Moh. Bihar Isyqi
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gender Equality in the Qur'an: A Comparative Analysis Interpretations of Amina Wadud and Nasaruddin Umar Moh. Bihar Isyqi
Journal of Islamic Thought and Contemporary Studies Vol. 02 No. 01 (June 2026)
Publisher : Universitas Islam Cordoba Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67008/z7p9nc67

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep kesetaraan gender dalam Al-Qur’an melalui analisis komparatif penafsiran Q.S. an-Nisā’ [4]:34 perspektif Amina Wadud dan Nasaruddin Umar. Ayat ini kerap dijadikan dasar teologis untuk melegitimasi kepemimpinan laki-laki atas perempuan, baik dalam ranah domestik maupun publik, sehingga melahirkan pemahaman yang cenderung patriarkal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), serta dianalisis melalui metode tafsir tematik dan komparatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Amina Wadud menafsirkan konsep qiwāmah secara fungsional dan kontekstual melalui pendekatan hermeneutika feminis, sehingga kepemimpinan tidak dipahami sebagai superioritas kodrati laki-laki, melainkan sebagai tanggung jawab sosial yang dapat berubah sesuai kapasitas. Sementara itu, Nasaruddin Umar menafsirkan ayat tersebut dengan pendekatan tematik, linguistik, dan sosio-historis, dengan menegaskan bahwa kepemimpinan laki-laki bersifat amanah, bukan hak istimewa yang permanen. Meskipun memiliki perbedaan tingkat dekonstruksi, kedua tokoh sepakat bahwa Q.S. an-Nisā’ [4]:34 tidak dapat dijadikan legitimasi diskriminasi gender dan harus dibaca sejalan dengan prinsip keadilan dan kesetaraan dalam Islam. Kajian ini menegaskan pentingnya pembacaan ulang ayat-ayat gender agar Al-Qur’an tetap relevan dalam menjawab tantangan keadilan sosial di era kontemporer.