Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemerintah Kecamatan Medan Helvetia dalam meningkatkan keterbukaan informasi publik dalam perspektif akuntabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap Camat, Sekretaris Camat, staff pelayanan publik, serta masyarakat. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori good governance yang menitikberatkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, partisipasi, responsivitas, efektivitas, efisiensi, serta keadilan melalui tiga indikator utama, yaitu mekanisme sistem keterbukaan informasi, mekanisme informasi sektor publik, dan penyebaran informasi publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme sistem keterbukaan informasi telah berjalan secara terstruktur melalui penyediaan informasi publik yang terbuka, pengelolaan administrasi yang sistematis, serta pelayanan informasi yang didukung oleh prosedur yang jelas. Mekanisme informasi sektor publik dilaksanakan melalui koordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam menyampaikan informasi kesehatan, keamanan pangan, dan kebencanaan secara cepat dan relevan. Penyebaran informasi publik dilakukan melalui berbagai media, baik secara langsung maupun digital, sehingga mampu menjangkau masyarakat secara luas. Meskipun demikian, masih terdapat kendala dalam pemerataan akses informasi, terutama terkait keterbatasan literasi digital masyarakat serta belum optimalnya sosialisasi prosedur pelayanan informasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan dalam pemanfaatan teknologi informasi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta intensifikasi sosialisasi kepada masyarakat agar keterbukaan informasi publik dapat diakses secara merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pemerintah Kecamatan Medan Helvetia telah mengarah pada penerapan prinsip good governance dan berkontribusi dalam meningkatkan akuntabilitas serta kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan.