Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN BULLYING MELALUI METODE EDUKASI PARTISIPATIF DAN DRAMA INTERAKTIF BAGI SISWA SD NEGERI 1 KABEKELAN PREMBUN Abror Muchlas; Bagas Candra Ardianto; Angga Prahara; Hendra Deni Pamungkas; Lulu Ma’rufah; Meylisa Nur Layli; Rizki Nur Yadi; Siti Mir’atul Ma’rifah; Sri Nur Fitriani; Sugeng Lestari; Wahib Mawahiburrohman
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i3.4555

Abstract

Bullying in the elementary school environment is a serious problem that has a negative impact on children's psychological, cognitive, and social development. State Elementary School 1 Kabekelan Prembun was identified as having the potential for bullying cases that have not been optimally managed due to a lack of systematic understanding of prevention and handling. These information and assumptions were obtained from the results of observations made by the UMNU Kebumen Community Service Team before determining the target objects of socialization activities. This community service program aims to increase students' understanding and awareness of the dangers of bullying through participatory and interactive socialization methods, namely participatory education and interactive drama. The implementation method includes three stages: preparation, implementation, and evaluation. The results of the evaluation through the Bullying behavior data card that have been experienced by students show that students' understanding of bullying behaviors that have been experienced before the socialization activity was held, students did not understand the definition, form, impact, and strategies for preventing and handling Bullying. This program is expected to be an initial model for developing sustainable anti-bullying policies in schools.
Dampak Implementasi Program Makan Bergizi Gratis Terhadap Motivasi Belajar PJOK pada Siswa Kelas V SD Negeri Semondo: Penelitian Hendra Deni Pamungkas; Mokhamad Parmadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.7172

Abstract

Program MBG telah dilaksanakan, belum dapat dipastikan sejauh mana program tersebut memberikan dampak terhadap motivasi belajar siswa, khususnya pada mata pelajaran PJOK. Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam terkait dampak implementasi program Makan Bergizi Gratis terhadap motivasi belajar PJOK siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data penelitian adalah informan utama dalam penelitian ini adalah 17 siswa kelas V SD Negeri Semondo yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang saling melengkapi satu sama lain. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data tingkat kesetujuan siswa terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis  (MBG)  dan  motivasi  belajar  PJOK  menunjukkan bahwa seluruh siswa memberikan respon positif terhadap pernyataan yang terdapat dalam instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesetujuan siswa terhadap implementasi Program Makan Bergizi Gratis dan motivasi belajar PJOK memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,42 yang termasuk dalam kategori tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap program MBG karena pemberian makanan bergizi membantu memenuhi kebutuhan energi selama mengikuti kegiatan sekolah. Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, siswa memiliki kondisi fisik yang lebih baik sehingga lebih siap mengikuti pembelajaran PJOK yang membutuhkan aktivitas fisik secara langsung. Berdasarkan distribusi kategori motivasi belajar, sebanyak 11 siswa (64,7%) berada pada kategori sangat tinggi dan 6 siswa (35,3%) berada pada kategori tinggi, serta tidak terdapat siswa yang berada pada kategori sedang maupun rendah. Hasil tersebut menunjukkan bahwa implementasi MBG berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Tingginya tingkat kesetujuan ini menggambarkan bahwa siswa merasa lebih siap mengikuti pembelajaran karena kebutuhan fisiknya telah mendapatkan dukungan melalui pemberian makanan bergizi.