Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Dasar Pemrograman Berbasis Scratch Untuk Meningkatkan Computational Thinking Anak Panti Asuhan: Basic Programming Education Based on Scratch to Improve the Computational Thinking Skills of Orphanage Children I Gede Purata Sundara D; Ida Ayu Rai Sukraeni; Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri; Eka Grana Aristyana Dewi; I Gede Alit Purwantara; Zefanya Michele Sheryl Eveline; Mirza Iqbal Yusuf
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i2.5069

Abstract

Abstract: Computational thinking has become an essential skill in the digital era; however, access to programming education remains limited, especially for children in orphanages. This community service activity aims to improve basic programming understanding through Scratch-based learning for children at Wisma Anak-Anak Harapan Orphanage. The method employed includes preparation, implementation, and evaluation stages using an interactive and fun learning approach. The participants consisted of 10 elementary school students who were introduced to fundamental programming concepts such as using sprites, arranging command blocks, and integrating sound. The results indicate that most participants were able to understand and practice basic programming concepts, achieving fair to good performance levels. However, younger participants still required assistance in understanding algorithmic sequences. Overall, Scratch proved to be an effective and engaging medium to enhance children’s initial programming skills, highlighting its importance as an adaptive learning tool. Keywords: Scratch, Basic Programming, Computational Thinking, Elementary Students, Community Service Abstrak:  Keterampilan berpikir komputasional menjadi kompetensi penting di era digital, namun masih terbatas diperoleh oleh anak-anak di lingkungan panti asuhan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dasar pemrograman melalui media Scratch pada anak-anak di Panti Asuhan Wisma Anak-Anak Harapan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dengan pendekatan pembelajaran interaktif berbasis fun learning. Peserta berjumlah 10 siswa sekolah dasar yang diberikan materi dasar pemrograman seperti penggunaan sprite, blok perintah, dan integrasi suara. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu memahami dan mempraktikkan konsep dasar pemrograman dengan kategori capaian cukup baik hingga baik. Namun, peserta usia lebih rendah masih memerlukan pendampingan dalam memahami alur algoritma. Secara keseluruhan, penggunaan Scratch terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan kemampuan awal pemrograman anak-anak, sehingga penting untuk diterapkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dan adaptif. Kata kunci: Scratch, Pemrograman Dasar, Berpikir Komputasi, Anak Sekolah Dasar, Pengabdian Masyarakat
Pelatihan CV Berbasis ATS Untuk Kesiapan Kerja dan Literasi Digital Siswa SMK Saraswati 1 Denpasar: ATS-Based CV Training for Work Readiness and Digital Literacy of Students at SMK Saraswati 1 Denpasar Dea Aditya; Ni Wayan Eva Satya Evita Dewi; Ni Nyoman Eli Tarayani; I Komang Rista Pramantya; I Wayan Suwandana Putra; Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri; Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v6i2.5112

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan kerja dan literasi digital siswa kelas Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapan kerja dan literasi digital siswa kelas XI SMK Saraswati 1 Denpasar melalui pelatihan penyusunan curriculum vitae berbasis Applicant Tracking System (ATS). Kegiatan dilatarbelakangi oleh meningkatnya digitalisasi proses rekrutmen yang menuntut siswa vokasi mampu menyusun dokumen lamaran yang informatif bagi perekrut sekaligus mudah terbaca oleh sistem penyaringan digital. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi koordinasi dengan sekolah, identifikasi kebutuhan peserta, penyampaian materi, demonstrasi penyusunan CV, praktik mandiri menggunakan Microsoft Word, pendampingan, review hasil CV, serta evaluasi reflektif. Peserta kegiatan berjumlah 23 siswa kelas XI yang sedang mempersiapkan Praktik Kerja Lapangan dan transisi awal menuju dunia kerja. Hasil evaluasi sederhana menunjukkan bahwa rata-rata ketercapaian indikator peserta meningkat dari 23,9% sebelum pelatihan menjadi 86,2% setelah pelatihan, atau naik sebesar 62,3 poin persentase. Peningkatan terlihat pada pemahaman fungsi ATS, struktur CV, pemilihan kata kunci, penggunaan format ramah ATS, penyusunan draft CV, dan kepercayaan diri peserta. Dengan demikian, pelatihan CV berbasis ATS dapat menjadi model pengabdian yang aplikatif, terukur, dan mudah direplikasi untuk memperkuat kesiapan kerja siswa SMK di era rekrutmen digital. Kata Kunci: CV Berbasis ATS; Kesiapan Kerja; Literasi Digital; Pengabdian Kepada Masyarakat; Siswa SMK Abstract This community service program aimed to strengthen the work readiness and digital literacy of Grade XI students at SMK Saraswati 1 Denpasar through training in preparing Applicant Tracking System (ATS)-based curriculum vitae. The program was motivated by the increasing digitalization of recruitment practices, which requires vocational students to prepare application documents that are informative for recruiters and readable by digital screening systems. The implementation used an educational-participatory approach consisting of school coordination, participant needs identification, material delivery, CV writing demonstration, hands-on practice using Microsoft Word, mentoring, review of students’ CV outputs, and reflective evaluation. The program involved 23 Grade XI students who were preparing for internships and the early transition to the labour market. The results of a simple evaluation showed that the average achievement of participant indicators increased from 23.9% before the training to 86.2% after the training, representing an increase of 62.3 percentage points. Improvements were observed in students’ understanding of ATS functions, CV structure, keyword selection, ATS-friendly formatting, CV draft development, and confidence in preparing initial job application documents. Therefore, ATS-based CV training can serve as an applicable, measurable, and replicable community service model for strengthening vocational students’ work readiness in the era of digital recruitment. Keywords: ATS-Based CV; Work Readiness; Digital Literacy; Community Service; Vocational Students.
Edukasi Perencanaan Bisnis Menggunakan Business Model Canvas (BMC) untuk Meningkatkan Literasi Kewirausahaan Siswa SMK Negeri 2 Denpasar A.A. Gede Adi Mega Putra; Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri; Steven Quo; Putu Risma Eka Putra; Ni Komang Desiani; Nadila Amalia; Ni Kadek Popy Cintya Dewi; Ni Luh Yesa Ameilia
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2718

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mendorong meningkatnya minat generasi muda terhadap kewirausahaan sebagai pilihan karier. Namun, tingginya minat tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman yang memadai mengenai langkah-langkah dalam memulai usaha. Permasalahan ini juga ditemukan di SMK Negeri 2 Denpasar melalui metode design thinking yang berlandaskan pendekatan human-centered, yaitu berfokus pada permasalahan yang dialami serta menghadirkan solusi sesuai dengan kebutuhan siswa. Solusi tersebut diimplementasikan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan 39 siswa, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dalam merancang bisnis melalui pendekatan Business Model Canvas (BMC). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum edukasi diberikan, sebagian besar siswa memiliki tingkat pemahaman yang rendah terkait BMC. Setelah pelaksanaan kegiatan, terjadi peningkatan pemahaman siswa secara signifikan yang ditunjukkan melalui hasil post-test. Selain itu, siswa juga mampu menyusun dan mempresentasikan model bisnis secara lebih sistematis, serta menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam memulai usaha. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi Business Model Canvas (BMC) efektif dalam meningkatkan literasi kewirausahaan siswa serta membantu mereka dalam merancang ide bisnis secara terstruktur. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi muda yang siap berwirausaha dan mampu menghadapi tantangan dunia industri.
Peningkatan Literasi Digital dan Kesiapan Kerja Siswa SMK TI Mengwitani Melalui Workshop Pemrograman Web dan IoT Berbasis Design Thinking Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri; Eka Grana Aristyana Dewi; Gusti Gede Agung Rama Putra Udiana; I Putu Bala Khrishna Dasa; I Putu Pradnya Askara; I Putu Siva Adi Putra; I Putu Gede Swanjaya
PADMA Vol 6 No 1 (2026): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v6i1.2734

Abstract

Skill mismatch dan rendahnya minat belajar siswa SMK terhadap pemrograman menjadi kendala utama dalam penyiapan tenaga kerja digital. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan motivasi belajar siswa kelas X TJKT SMK TI Mengwitani melalui pendekatan Design Thinking. Strategi yang digunakan adalah pelaksanaan dua workshop intensif berbasis proyek (hands-on) pada domain web dan IoT. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta (100%) berhasil menyelesaikan proyek blog pribadi dan kalkulator digital. Intervensi ini terbukti efektif mengubah persepsi siswa dari konsumen hiburan digital menjadi kreator teknologi standar industri. Keberhasilan ini membangun fondasi minat belajar yang kuat guna menghadapi tuntutan Industri 4.0.
Harnessing Machine Learning for Financial Inclusion: SVM Vs. Logistic Regression in Microfinance Credit Eligibility Classification Ni Putu Noviyanti Kusuma; Ni Wayan Nanik Suaryani Taro Putri
INSERT : Information System and Emerging Technology Journal Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Information System Study Program, Faculty of Engineering and Vocational, Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/insert.v7i1.113782

Abstract

Village Credit Institutions, known locally as Lembaga Perkreditan Desa (LPD), play a fundamental role in Bali's financial inclusion ecosystem by integrating formal credit evaluations with the socio-cultural considerations of indigenous communities. As the volume of credit applications escalates, relying on subjective manual assessments becomes susceptible to inconsistency, potentially triggering non-performing loan risks while simultaneously hindering capital access for potential borrowers. This comparative study empirically evaluates the performance of Support Vector Machine (SVM) and Logistic Regression (LR) algorithms in classifying customer creditworthiness at LPD Sibetan, Karangasem Regency. Utilizing 4,000 historical credit application records from January 2020 to December 2024, both models were extensively optimized using a Grid Search approach with 5-fold cross-validation. The results demonstrate that the SVM model with a linear kernel consistently outperforms Logistic Regression across all evaluation metrics. SVM achieved a classification accuracy of 90.00%, precision of 90.91%, recall (sensitivity) of 96.77%, and an Area Under the Curve (ROC-AUC) score of 98.92%. Conversely, the Logistic Regression model with L1 regularization recorded an accuracy of 86.12% and an ROC-AUC of 97.52%. An anatomy of the confusion matrix reveals that SVM is vastly superior in suppressing both False Positives (financial risk) and False Negatives (opportunity cost). By comparing the robustness of SVM and Logistic Regression, this study contributes to financial inclusion by providing a more accurate credit scoring model for microfinance institutions, ensuring that communities previously deemed high-risk can be reassessed more fairly and gain access to capital.