M, Mirfat
Universitas Muhammadiyah Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PRINSIP KESANTUNAN DALAM FUNGSI TINDAK TUTUR ILOKUSI FILM EIN FREUND VON MIR DAN KOKOWÄÄH M, Mirfat
Belajar Bahasa Vol 4, No 1 (2019): BELAJAR BAHASA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.135 KB) | DOI: 10.32528/bb.v4i1.1870

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengkaji tindak tutur yang ada pada dialog antartokoh dalam film “Ein Freund von mir dan Kokowääh” yang meliputi (1) jenis tindak tutur ilokusi, (2) fungsi tindak tutur ilokusi, (3) prinsip kesantunan, dan (4) skala kesantunan.Penelitian kualitatif ini, menggunakan metode dokumentasi untuk mengumpulkan data. Melalui metode agih, jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dapat ditentukan. Untuk meneliti prinsip kesantunan dan skala kesantunan menggunakan metode padan pragmatis. Hasilpenelitianmenunjukkanbahwa:(1) pada film Kokowääh jenis tindak tutur yang ditemukan adalah asertif/representatif, ekspresif, direktif, komisif, dan deklarasi, sedangkan pada film Ein Freund von mir yang ditemukan adalah jenis tindak tutur asertif/representatif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklarasi. (2) fungsi tindak tutur ilokusi yang didapat mempunyai jumlah berbeda-beda bergantung pada jenis tindak tutur ilokusinya baik pada film Kokowääh maupun pada film ein Freund von mir. (3) prinsip kesantunan yang paling banyak digunakan dalam film “Kokowääh”yaitu maksim kearifan, pujian, kedermawanan, kerendahan hati, dan kesimpatisan, sedangkan dalam film“Ein Freund von mir” adalah maksim pujian, kedermawanan, kearifan, kerendahan hati, dan kesimpatisan. (4) skala kesantunan yang digunakan adalah skala kemanasukaan dengan hasil didominasi oleh skala kemanasukaan tinggi.Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa tuturan-tuturan dalam kedua film tersebut banyak berupa pernyataan yang mempunyai fungsi yang berbeda-beda tergantung dengan konteks di mana tuturan tersebut terjadi. Dari tuturan-tuturan tersebut diketahui bahwa maksim kesepakatanlah yang banyak digunakan dalam bersopan santun dengan skala kesantunan kemanasukaan tinggi, di mana lawan tutur dapat dengan bebas menentukan tindakan berikutnya.