Sulaiman, Yohanes
Unknown Affiliation

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

The Military and ASEAN's Principle of Non-Interference Sulaiman, Yohanes; Dr. Brad Nelson
Global Strategis Vol. 18 No. 2 (2024): Global Strategis
Publisher : Department of International Relations, Faculty of Social and Political Science, Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jgs.18.2.2024.475-498

Abstract

ASEAN’s principle of non-interference is perhaps one of its most controversial aspects. While it is seen as essential for ASEAN, especially by constructivists, to allow the creation of a shared norm and a common regional identity, detractors note its detrimental effects that hamper further regional integration and prevent ASEAN from effectively dealing with human rights abuses in its member states. This article argues that ASEAN’s principle of non-interference is essentially a byproduct of the military's influence in the politics of some of the members of ASEAN, shaping ASEAN’s identity – and, in turn, its fixation on the principle of non-interference. Essentially, it could be argued that for members of ASEAN, despite its flaws, the principle of self-interference is working as intended. Keywords: ASEAN, Military, Non-interference, Regional Integration, History of ASEAN   Prinsip non-interferensi ASEAN mungkin adalah salah satu aspek yang paling kontroversial. Meskipun prinsip ini dianggap penting untuk ASEAN, terutama oleh kaum konstruktivis, untuk memungkinkan terciptanya norma kebersamaan dan terbentuknya identitas Asia Tenggara, para pengkritik menyorot dampak negatifnya yang menghambat integrasi regional lebih lanjut dan mencegah ASEAN dalam menghadapi pelanggaran hak asasi manusia secara efektif di negara-negara anggotanya. Artikel memiliki argumen bahwa prinsip non-interferensi ASEAN pada dasarnya adalah hasil dari pengaruh militer dalam politik beberapa anggota ASEAN, yang membentuk identitas ASEAN – dan pada gilirannya, fokusnya pada prinsip non-interferensi. Pada dasarnya, dapat dikatakan bahwa bagi anggota ASEAN, meskipun memiliki kelemahan, prinsip non-interferensi bekerja sesuai dengan tujuannya. Kata-kata Kunci: ASEAN, Militer, Non-intervensi, Integrasi Regional, Sejarah ASEAN
Notes from the Executive Editor Sulaiman, Yohanes
Journal Of Global Strategic Studies : Jurnal Magister Hubungan Internasional Vol 1 No 1 (2021): Journal of Global Strategic Studies
Publisher : Master's Programs in International Relations, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Achmad Yani University (UNJANI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.8 KB)

Abstract

Notes from the Executive Editor Sulaiman, Yohanes
Journal Of Global Strategic Studies : Jurnal Magister Hubungan Internasional Vol 1 No 2 (2021): Journal of Global Strategic Studies
Publisher : Master's Programs in International Relations, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Achmad Yani University (UNJANI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.14 KB) | DOI: 10.36859/jgss.v1i2.844

Abstract

Notes from the Executive Editor Sulaiman, Yohanes
Journal Of Global Strategic Studies : Jurnal Magister Hubungan Internasional Vol 2 No 1 (2022): Journal of Global Strategic Studies
Publisher : Master's Programs in International Relations, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Achmad Yani University (UNJANI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.094 KB) | DOI: 10.36859/jgss.v2i1.1056

Abstract

Notes from the Executive Editor Sulaiman, Yohanes
Journal Of Global Strategic Studies : Jurnal Magister Hubungan Internasional Vol 2 No 2 (2022): Journal of Global Strategic Studies
Publisher : Master's Programs in International Relations, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Achmad Yani University (UNJANI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jgss.v2i2.1312

Abstract

As the executive editor, I would like to thank our readers, authors, reviewers, and our editorial staff for your continuous interest and support to Journal of Global Strategic Studies. With all of your support and prayers, we are able to achieve a new milestone of continuous publications of excellent scholarly works for the past two years. I am hoping that as we are approaching the end of 2022, the new year will bring more positive changes and developments to our journal.
Notes from the Executive Editor Sulaiman, Yohanes
Journal Of Global Strategic Studies : Jurnal Magister Hubungan Internasional Vol 3 No 1 (2023): Journal of Global Strategic Studies
Publisher : Master's Programs in International Relations, Faculty of Social and Political Science, Jenderal Achmad Yani University (UNJANI).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jgss.v3i1.1643

Abstract

Domestic Politics, Foreign Policy, and International Organization: The Case of Indonesia’s Withdrawal from the United Nations Sulaiman, Yohanes
Jurnal Academia Praja Vol 1 No 01 (2018): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.603 KB) | DOI: 10.36859/jap.v1i01.28

Abstract

Under what condition states will withdraw from an international organization? This article examines this question from the perspective of three systemic approaches: realism, liberalism, and constructivism by generating hypotheses from each approach and testing them on the case of Indonesia's withdrawal from the United Nations in 1965. The systemic perspectives, however, could only provide partial answers to this puzzle, and thus the need to include domestic political analysis in conjunction of the systemic analysis in order to fully answer the question.
Leaders, Perception, and Foreign Policy Rongkas, Cristiyunisca R.; Sulaiman, Yohanes
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 01 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.61 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i01.86

Abstract

How and why images that states and their leaders have toward others change in foreign policy? Literature on psychology, notably on confirmation bias, state that in general, people stick with preconceived ideas that they have in their mind, and they always accept information that support their beliefs, while reject information that contradicts them.[1] And confirmation bias, in turn, affects how a state conducts its foreign policy – that in general, there will always be continuation in a state’s foreign policy, unless there is a systemic shock, caused by dramatic changes in the power distribution.
PENGARUH ELIT POLITIK INDONESIA DALAM KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA Debora, Chatrine; Sulaiman, Yohanes
Jurnal Academia Praja Vol 2 No 02 (2019): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.369 KB) | DOI: 10.36859/jap.v2i02.121

Abstract

Kelompok kepentingan menjadi saluran bagi masyarakat dalam mengekspresikan opini atau pandangannya kepada pemerintah yang dimana partisipasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan bisa juga menjadi tekanan dan menimbulkan masalah baru untuk para pembuat kebijakan dalam mengimplementasikan kebijakan yang diputuskan. Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan ini membahas bagaimana kelompok Islam Radikal berusaha mempengaruhi kebijakan luar negeri Indonesia melalui isu Palestina. Selanjutnya akan dibahas menggunakan teori kepemimpinan yang dikemukakan Margareth yang menyatakan bahwa pemimpin menjadi aktor penting dalam pembuatan kebijakan luar negeri dalam interpretasinya yang juga dipengaruhi politik domestik. Teori persuasi elit politik yang dikemukakan Snyder yang menyatakan elit politik menggunakan isu etnis dalam mencapai tujuan politiknya. sebagai kelompok penekan yang digunakan dan saling mendukung dengan partai oposisi pemerintahan Jokowi yakni Gerindra dan PKS yang memiliki kesamaan ide mengenai anti imperialisme dan penjajahan asing berupaya memperbesar pengaruh dengan melakukan mobilisasi massa dalam tujuannya mencapai kursi di pemerintahan dan mempertahakan posisinya dalam masyarakat dengan penyebaran ide dan pemahaman terkait isu Islam. Oleh karena itu, upaya meredam gejolak politik dalam negeri dan mempertahankan kepemimpinan serta kredibilitasnya serta untuk semakin aktif dalam perpolitikan luar negerinya, Jokowi berusaha memberikan apa yang diinginkan oleh masyarakat yang memperjuangkan ide-ide tersebut dengan ikut fokus dalam perjuangan kemerdekaan Palestina dan menekan kelompok oposisi yang berusaha menurunkan kepemimpinan dalam pemerintahannya bahwa pihak yang memiliki kedudukan dan pengakuan dalam pemerintahan.
THE PACIFIC EXPOSITION 2019 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN LUAR NEGERI INDONESIA DALAM PENDEKATANNYA DENGAN KAWASAN PASIFIK Sulaiman, Yohanes; Pratama, Prasetia Anugrah
Jurnal Academia Praja Vol 4 No 1 (2021): Academia Praja : Jurnal Ilmu Politik, Pemerintahan, dan Administrasi Publik
Publisher : Universitas Jenderal Ahmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36859/jap.v4i1.395

Abstract

Masalah keamanan di Papua Barat terus mendapatkan perhatian dari negara-negara lain. Indonesia yang bertindak untuk mempertahankan kedaulatannya di tanah Papua, dikecam sebagai pelanggar hak asasi penduduk Papua Barat, terutama oleh negara-negara di kawasan Pasifik. Sorotan ini menyebabkan Pemerintah Indonesia mengambil kebijakan untuk melaksanakan Pacific Exposition 2019 sebagai salah satu cara untuk memperbaiki citra Indonesia di kawasan Pasific. Artikel ini akan menjelaskan mengapa biro di birokrasi Indonesia membentuk kebijakan luar negeri dengan cepat dan dapat memperlihatkan reaksi dan mengambil langkah-langkah antisipasi yang diperlukan negara, terutama dibandingkan dengan menunggu persamaan pandangan dengan opini-opini masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang sudah ada.