Syamsul Bahri
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BIBIT Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KECAMATAN BUER, KABUPATEN SUMBAWA Lina Isnaini; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Yudi Ahdiansyah; Haqqy Rerian Erlangga
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2351

Abstract

Ekosistem mangrove Indonesia telah mengalami penurunan signifikan akibat alih fungsi lahan, kehilangan sekitar 40% dalam tiga dekade terakhir, sehingga evaluasi rehabilitasi menjadi sangat penting untuk pemulihan pesisir yang efektif. Penelitian ini menganalisis pertumbuhan dan kelulushidupan bibit Rhizophora sp. yang direhabilitasi di Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, dari Desember 2025-Maret 2026. Sebanyak 600 bibit (20% dari 3.000 yang ditanam) diamati sebanyak tujuh kali menggunakan survei deskriptif-analitik dengan pengambilan sampel acak sederhana. Parameter yang diamati meliputi tinggi, jumlah daun, kondisi akar, tingkat kelulushidupan serta faktor lingkungan seperti suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, substrat, dan pasang surut. Hasil penelitian menunjukkan tinggi rata-rata bibit meningkat dari 75,73 cm menjadi 84,66 cm, dengan pertumbuhan mutlak sebesar 8,93 cm dan pertumbuhan harian tertinggi 0,15 cm/hari. Jumlah daun stabil pada 7 helai setelah mengalami penurunan awal akibat tekanan lingkungan. Tingkat kelulushidupan akhir mencapai 71,33%, melampaui standar nasional (?70%), yang mengindikasikan keberhasilan rehabilitasi. Kondisi lingkungan, yaitu suhu 27-29°C, salinitas 20-30 ppt, pH 7,07,6, oksigen terlarut 5,0-6,4 mg/L, substrat pasir berlumpur, dan pola pasang surut harian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan mangrove. Temuan ini membuktikan bahwa kondisi ekosistem Pulau Kaung mendukung keberhasilan rehabilitasi Rhizophora sp. dan dapat dijadikan acuan perencanaan rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir serupa.
ASOSIASI MAKROINVERTEBRATA PADA RUMPUN Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KABUPATEN SUMBAWA Cahya Ningsih Mursida; Neri Kautsari; Syamsul Bahri; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah; Hikmahyanti Hikmahyanti
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2367

Abstract

Ekosistem mangrove yang direhabilitasi memerlukan pemantauan fauna sebagai indikator keberhasilan pemulihan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makroinvertebrata yang berasosiasi pada Rhizophora sp., menganalisis indeks ekologi komunitas, serta menghasilkan data baseline ekologis di kawasan rehabilitasi mangrove Pulau Kaung, Kabupaten Sumbawa pada bulan Desember hingga Maret 2026. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek-kuadran (1×1 m) pada sembilan rumpun yang mewakili tiga zona ekologis, yaitu zona dekat tambak, zona transisi, dan zona dekat laut. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, keseragaman Pielou, dominansi Simpson, dan kekayaan jenis Margalef. Hasil penelitian menemukan 11 jenis makroinvertebrata dari kelas Gastropoda, Bivalvia, dan Crustacea dengan total 3.946 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H'=1,8665) menunjukkan kategori sedang, keseragaman tinggi (E=0,9180), dominansi rendah (C=0,1695), dan kekayaan jenis (R=1,5875.). Makroinvertebrata menunjukkan pola asosiasi struktural dan fungsional dengan Rhizophora sp. melalui pemanfaatan akar tunjang sebagai substrat dan serasah organik sebagai sumber energi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pemulihan komunitas fauna telah berlangsung positif pada tahap awal suksesi mangrove di Pulau Kaung, yang ditandai oleh kolonisasi cepat, nilai bioindikator yang mendukung kondisi perairan layak huni, serta respons positif komunitas terhadap gradien pasang surut dari zona tambak menuju zona laut. Data yang dihasilkan berfungsi sebagai baseline ekologis untuk pemantauan jangka panjang keberhasilan program rehabilitasi.
JENIS, KERAPATAN DAN PEMANFAATAN MANGROVE DI DESA PENYARING Oky Habibul Umrah; Dwi Mardhia; Yudi Ahdiansyah; Neri Kautsari; Syamsul Bahri
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v9i1.2369

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan komponen ekologis vital di wilayah pesisir tropis yang berperan dalam perlindungan pantai, penyimpanan karbon, dan penopang kehidupan masyarakat nelayan. Keberadaan mangrove di Desa Penyaring, Kabupaten Sumbawa menjadi penting untuk dikaji mengingat meningkatnya tekanan aktivitas manusia dan terbatasnya data ilmiah yang tersedia sebagai dasar pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis mangrove, tingkat kerapatan mangrove dan bentuk pemanfaatan mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2026 hingga Maret 2026 menggunakan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui analisis jenis mangrove berdasarkan jumlah, frekuensi, sebaran jenis dan kerapatan mangrove. Sedangkan analisis data untuk pemanfaatan mangrove oleh masyarakat dilakukan dengan teknik wawancara mendalam terhadap 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 jenis mangrove sejati di kawasan wisata mangrove Desa Penyaring, yaitu Rhizophora apiculata (Rhizoporaceae), Avicennia marina dan Sonneratia alba. Kerapatan tertinggi ditemukan pada jenis Avicennia marina yaitu sebesar 775 individu/Ha. diikuti Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba masing-masing sebesar 367 individu/Ha. Rata-rata kerapatan total kawasan secara keseluruhan adalah 503 individu/Ha yang tergolong kategori jarang atau rusak berdasarkan KEPMENLH No. 201 Tahun 2004. Sebanyak 20 orang (100%) responden memanfaatkan mangrove sebagai lokasi mencari ikan, kerang, dan tempat usaha. Sebagian besar responden (90%) menyatakan kondisi mangrove semakin baik, namun penebangan liar oleh oknum tertentu masih menjadi ancaman utama kerusakan ekosistem. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah berupa data dasar keanekaragaman jenis, kerapatan, dan pola pemanfaatan mangrove di kawasan pesisir Sumbawa yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan strategi pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.
PELATIHAN DIVERSIFIKASI HASIL PERIKAKNAN BAGI ISTRI NELAYAN DI DESA LABUHAN KURIS Lulu Nurmin Setiawati Putri lulufamily; Dwi Mardhia; Syamsul Bahri; Neri Kautsari; Yudi Ahdiansyah
Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jpml.v8i1.1930

Abstract

Ikan pelagis merupakan salah satu sumber daya perikanan potensial di desa Labuhan Kuris yang keberadaannya belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan harga jual ikan pelagis yang cukup rendah serta kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahannya menjadi produk bernilai ekonomi. Oleh karena itu pelatihan diversifikasi hasil perikanan bagi istri nelayan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan istri nelayan dalam diversifikasi ikan pelagis menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Melalui kegiatan pelatihan yang dilaksanakan, istri nelayan tidak hanya mendapatkan pengetahuan teknis dalam memproduksi hasil pengolahan perikanan, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang diterapkan dalam usaha mandiri. Pelatihan ini mencakup seluruh proses produksi, mulai dari persiapan alat, pemilihan bahan baku, teknik pengolahan, pengemasan, hingga menjadi produk. Selain itu diberikan juga materi mengenai pemasaran produk, manajemen usaha, dan analisis pasar untuk memperkuat pemahaman istri nelayan. Pelatihan ini dilaksanakan di Desa Labuhan Kuris yang melibatkan 10 orang istri nelayan. Produk yang dihasilkan dari kegiatan pelatihan ini adalah berupa produk olahan nugget dan stik ikan.