Lansia selalu berhubungan dengan penurunan status fungsional akibat proses degenerative seperti perubahan massa tulang dan otot, perubahan tekanan darah dan penurunan fungsi kognitif dimana keadaan ini mempengaruhi kesehatan lansia yang berdampak pada penurunan kulaitas hidup dan seiring dengan semakin meningkatnya jumlah lansia tentu akan membawa konsekuensi bertambahnya keadaan tersebut. Menganalisis pengaruh square stepping excerise (SSE) terhadap kualitas hidup lansia dengan gangguan kognitif ringan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimental pre-post-test dengan kelompok kontrol ≥55 tahun, sehingga peneliti dapat mengevaluasi perubahan sebelum dan sesuadah intervensi serta perbandingan dengan kelompok yang tidak menerima perlakuan. Penelitian ini dilaksanakan di Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Dan Penyandang Disabilitas Mulia Dharma Pontianak, responden berjumlah 35 orang pada kelompok intervensi berusia ≥55 tahun pengambilan sample menggunakan teknik Puposive Sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner Older People’s Quality of Life (OPQOL) untuk menilai kualitas hidup serta Mini-Mental State Examination (MMSE) untuk mengidentifikasi tingkat gangguan kognitif, uji validitas dan reliabilitas instrument telah dilakukan oleh penelitia sebelumnya sehingga valid dan reliabel untuk digunakan pada penelitian ini. Hasil menunjukkan nilai Z sebesar -0.298 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0.766 (> 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kualitas hidup sebelum dan sesudah aktivitas sehari-hari pada kelompok kontrol, sementara hasil uji Mann–Whitney menunjukkan nilai p-value = 0.000 (p < 0.05). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Dapat diinterpretasikan bahwa intervensi Square Stepping Exercise (SSE) berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hidup lansia dengan penurunan fungsi kognitif ringan.