Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Status Sosial Ekonomi terhadap Insiden Demam Tifoid: Literatur Review Evandra Athallah Pramana; Suharmanto Suharmanto; Chicy Widya Morfi; Dian Isti Angraini
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1058

Abstract

Demam tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di negara berpenghasilan rendah dan menengah, terutama akibat kondisi lingkungan dan sosial ekonomi yang belum memadai. Literatur review ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi dengan insiden demam tifoid berdasarkan berbagai penelitian yang telah dipublikasikan. Proses pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui beberapa basis data ilmiah yang kredibel, seperti PubMed, ScienceDirect, Scopus, Google Scholar, serta Portal Garuda untuk publikasi nasional. Selain itu, dokumen resmi dari lembaga kesehatan dunia seperti WHO digunakan sebagai sumber pelengkap. Kata kunci pencarian dirumuskan dalam kombinasi Boolean, antara lain “typhoid fever”, “Salmonella Typhi”, “socioeconomic status”, “poverty”, “WASH”, “incidence”, dan “risk factors dengan artikel 10 tahun terakhir (2015-2025). Peneliti menemukan 645 artikel dan 12 artikel yang memenuhi syarat. Hasil sintesis menunjukkan bahwa kelompok masyarakat dengan status sosial ekonomi rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk terinfeksi demam tifoid karena sering terpapar air minum yang tidak layak, sanitasi buruk, serta kurangnya edukasi mengenai praktik kebersihan yang benar. Selain itu, hambatan ekonomi dalam memperoleh pemeriksaan dan pengobatan juga menyebabkan keterlambatan penanganan sehingga meningkatkan risiko penularan dalam komunitas. Ketidakmerataan akses vaksinasi tifoid turut memperberat beban penyakit pada populasi rentan. Temuan ini menegaskan bahwa perbaikan kondisi sosial ekonomi merupakan bagian penting dalam upaya pengendalian demam tifoid. Intervensi yang direkomendasikan meliputi peningkatan infrastruktur air bersih dan sanitasi, edukasi kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, pemerataan akses layanan kesehatan, serta perluasan jangkauan vaksinasi. Dengan pendekatan yang komprehensif dan berkeadilan sosial, penurunan insiden tifoid dapat dicapai secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Strategi Networking Berbasis Ilmu Komunikasi: Upaya Mahasiswa KKN Universitas Lampung dalam Mempromosikan Wisata Desa Kecapi Ermawati Ermawati; Defitriani; Tetri Ayu Nabila; Rehulina Girsang; Niki Nabila Utami; Evandra Athallah Pramana; Muammar Haikal Azzahran; Munti Sarida
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 2 No. 3 (2025): Januari - Maret
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v2i3.2396

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh wisata desa kecapi adalah minimnya pengetahuan dalam pemanfaatan public speaking untuk memasarkan wisata belerang simpur di sosial media. Meski demikian, pengelola wisata belerang simpur dan karang taruna menunjukan minat dalam bidang Social Media Marketing (SMM). oleh karena itu, Mahasiswa/i KKN Universitas Lampung Desa Kecapi melaksanakan program kerja yang berjudul Strategi Networking Berbasis Ilmu Komunikasi. Program ini dilaksanakan pada 27 Januari 2025 di Belerang simpur dengan metode sosialisasi dan pelatihan praktik yang diikuti oleh 10 partisipan. Pelatihan mencakup penjelasan materi mengenai public speaking dan pengelolaan sosial media yang baik dan juga benar. Selain itu, dilakukan juga praktik dalam pembuatan vidio, pengeditian vidio, dan teknik pengambilan suara didalam sebuah konten. partisipan menunjukan antusiasme tinggi dalam mempelajari pengelolaan sosial media seperti Pembuatan vidio, pengeditan vidio, pengeditan feeds instagram, pembuatan linktree, dan teknik pengisian suara (VO) dalam sebuah konten. program ini berhasil menciptakan sistem informasi dan komunikasi yang kreatif dan efisien serta memberikan solusi terhadap kurangnya pengelolaan sosial media untuk memasarkan wisata lewat sosial media yang menjadi salahsatu tempat ikonik Desa Kecapi.