Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Sistem Rujukan Berjenjang Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama: Tinjauan Sistematis Aspek Manajerial dan Operasional Shafitri Nire Pangestika; Aidatul Mufidah; Riski Yudhi Prasongko
Journal of Language and Health Vol. 6 No. 4 (2025): Journal of Language and Health: December 2025
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v6i4.1381

Abstract

Sistem rujukan berjenjang dalam program Jaminan Kesehatan Nasional merupakan komponen strategis dalam menjamin kontinuitas pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, khususnya pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama sebagai gerbang awal pelayanan. Dalam implementasinya masih ditemukan berbagai kendala baik dari sisi manajerial maupun operasional yang berpotensi mempengaruhi efektivitas sistem rujukan. Tujuan untuk menganalisis efektivitas sistem rujukan berjenjang Jaminan Kesehatan Nasional  pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama ditinjau dari aspek manajerial dan operasional melalui pendekatan tinjauan sistematis literatur. Penelitian ini menggunakan literature review dengan penelusuran artikel ilmiah yang relevan pada basis data nasional dan internasional, seperti Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda (Garba Rujukan Digital) dan Portal jurnal nasional terakreditasi (SINTA) yang dipublikasikan dalam rentang waktu tahun 2010 sampai tahun 2020 dan didapatkan 13 artikel. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil seleksi didapatkan 6 artikel yang dianalisa. Analisis dilakukan secara deskriptif dan tematik. Tinjauan menunjukkan bahwa efektivitas sistem rujukan berjenjang di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dipengaruhi oleh faktor manajerial, meliputi perencanaan, kebijakan, ketersediaan sumber daya manusia, serta sistem informasi rujukan, dan faktor operasional yang mencakup kepatuhan terhadap alur rujukan, kelengkapan sarana prasarana, koordinasi antar fasilitas kesehatan, serta pemahaman peserta Jaminan Kesehatan Nasional  terhadap prosedur rujukan. Ketidakefisienan pada aspek tersebut berdampak pada tingginya rujukan yang tidak sesuai indikasi medis dan beban pelayanan di fasilitas kesehatan rujukan lanjutan. Sistem rujukan berjenjang Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama belum berjalan optimal. Tingginya angka rujukan dipengaruhi oleh keterbatasan sumber daya manusia, ketidakoptimalan penerapan standar operasional prosedur, keterbatasan sarana prasarana dan obat-obatan, serta rujukan yang tidak sepenuhnya didasarkan pada indikasi medis.
Edukasi tentang “Bijak Pakai Antibiotik 5T” di Apotek Adimulyo Kabupaten Kebumen Aidatul Mufidah; Alfira Anggita Mutiara Kesuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16313

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat telah menjadi permasalahan serius. Antibiotik seharusnya digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun kurangnya pengetahuan membuat banyak orang menggunakannya untuk penyakit yang tidak membutuhkan antibiotik, dimana kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi. Tujuan kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan edukasi serta melihat bagaimana tingkat pengetahuan pasien di Apotek Adimulyo Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan saat menyampaikan edukasi kepada responden adalah dengan menggunakan leaflet dan edukasi secara langsung. Kegiatan dilakukan kepada 50 orang responden. Hasil yang didapatkan adalah responden yang mendapatkan kategori baik adalah sebanyak 26 responden (52%), kategori cukup adalah sebanyak 14 responden (28%), dan kategori kurang adalah sebanyak 10 responden (20%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memberikan hasil yang baik. Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi, Farmasi, Komunitas, Obat, Pengetahuan The inappropriate use of antibiotics has become a serious problem. Antibiotics should be used to treat infections caused by bacteria, but a lack of knowledge leads many people to use them for conditions that do not require antibiotics, which can lead to the development of resistance. The purpose of this health promotion activity was to provide education and assess the level of knowledge of patients at the Apotek Adimulyo in Kebumen Regency. The methods used to deliver education to respondents included leaflets and direct education. The activity was conducted with 50 respondents. The results showed that 26 respondents (52%) received a good score, 14 respondents (28%) received an enough score, and 10 respondents (20%) received a poor score. Based on these results, it can be concluded that most respondents gave good results.