Lidiya Angelina
Universitas PGRI Pontianak

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Nilai Budaya dalam Cerita Rakyat Asal Usul Sungai Landak dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Lidiya Angelina; Luken Armina; Chintia Chintia; Melli Agustin; Saptiana Sulastri
KLITIKA Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2026): Klitika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/klitika.v8i1.8088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam cerita rakyat Asal Usul Sungai Landak serta relevansinya terhadap pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Penelitian mengenai nilai budaya dalam cerita rakyat telah banyak dilakukan, namun kajian yang secara khusus mengangkat cerita rakyat Asal Usul Sungai Landak serta mengaitkannya dengan pemanfaatannya sebagai bahan ajar berbasis budaya lokal dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki kebaruan dalam mengintegrasikan analisis nilai budaya dengan relevansinya terhadap pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data berupa teks cerita rakyat Asal Usul Sungai Landak, baik yang tertulis maupun lisan, serta didukung oleh berbagai literatur yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, dokumentasi, dan observasi kontekstual. Analisis data menggunakan teknik analisis isi yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan interpretasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita rakyat tersebut mengandung berbagai nilai budaya, meliputi nilai moral dan etika, nilai religius atau kepercayaan lokal, norma sosial, kearifan lingkungan, serta identitas budaya. Nilai-nilai tersebut tercermin melalui tokoh, alur, dan peristiwa dalam cerita. Nilai moral menekankan sikap tolong-menolong, kesabaran, dan kebijaksanaan, sedangkan nilai sosial menunjukkan dampak negatif dari perilaku serakah. Selain itu, kearifan lokal tercermin dalam penjelasan asal-usul Sungai Landak yang menggambarkan hubungan manusia dengan lingkungan.Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi yang mengandung nilai budaya dan kearifan lokal. Oleh karena itu, cerita rakyat ini relevan digunakan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.