Nanik Eprianti
Prodi Perbankan Syariah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh NPF dan FDR terhadap CAR pada Unit Usaha Syariah Neng Khoerunisa Alawiyah; Nanik Eprianti
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 4, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v4i2.8306

Abstract

Abstrak. Stabilitas keuangan bank sangat bergantung pada kemampuan bank dalam menahan risiko, yang diukur melalui Capital Adequacy Ratio (CAR). PT BPD DKI Syariah sebagai salah satu bank syariah di Indonesia menghadapi tantangan terkait pengelolaan risiko pembiayaan bermasalah yang tercermin dari Non-Performing Financing (NPF) serta pengelolaan likuiditas melalui Financing to Deposit Ratio (FDR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh NPF dan FDR terhadap CAR pada PT BPD DKI Syariah selama periode 2017-2024. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel bebas (NPF dan FDR) dengan variabel terikat (CAR). Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak statistik Eviews 12, dengan tingkat signifikansi uji pada taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa NPF berpengaruh negatif signifikan terhadap CAR (t = -2,591520; Sig. = 0,0152), sementara FDR berpengaruh negatif tidak signifikan (t = -0,254268; Sig. = 0,8012). Secara simultan, NPF dan FDR berpengaruh signifikan terhadap CAR (Sig. F = 0,033183. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai integrasi analisis risiko pembiayaan dan likuiditas pada stabilitas keuangan bank syariah di Indonesia.   Abstract. The financial stability of a bank is highly dependent on the bank's ability to withstand risks, which is measured by the Capital Adequacy Ratio (CAR). PT BPD DKI Syariah as one of the Islamic banks in Indonesia faces challenges related to managing problematic financing risks as reflected in Non-Performing Financing (NPF) and liquidity management through the Financing to Deposit Ratio (FDR). This study aims to analyze the effect of NPF and FDR on CAR at PT BPD DKI Syariah during the 2017-2024 period. The research method uses a quantitative approach with secondary data in the form of annual financial reports. Data analysis was carried out using multiple linear regression to test the relationship between the independent variables (NPF and FDR) and the dependent variable (CAR). Data analysis was carried out using Eviews 12 statistical software, with a significance level of 5%. The results show that NPF has a significant negative effect on CAR (t = -2.591520; Sig. = 0.0152), while FDR has an insignificant negative effect (t = -0.254268; Sig. = 0.8012). This study provides new insights into the integration of financing and liquidity risk analysis on the financial stability of Islamic banks in Indonesia.
Pengaruh Pembiayaan Istishna dan Qardh terhadap Net Profit Margin Bank Desty Puspitasari; Irma Yulita Silviany; Nanik Eprianti
Jurnal Riset Perbankan Syariah Volume 5, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Perbankan Syariah (JRPS)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrps.v5i1.10011

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pembiayaan Istishna dan Qardh terhadap Net Profit Margin (NPM) Bank BJB Syariah periode 2016–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan triwulanan Bank BJB Syariah sebanyak 36 observasi. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda dengan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pembiayaan Istishna dan Qardh berpengaruh signifikan terhadap NPM Hal ini dibuktikan pada uji f diperoleh nilai f-hitung sebesar 4.321552 yang lebih besar dari F-tabel sebesar 3.32, serta nilai probabilitas sebesar 0.021529 < 0.05. sehingga menerima Ha dan menolak Ho. Secara parsial, pembiayaan Istishna dan Qardh berpengaruh negatif dan signifikan terhadap NPM pada nilai t-hitung untuk pembiayaan Istishna (X1) sebesar -2.348133 dengan t-tabel sebesar 2.042 pada tingkat signifikansi 5% (α = 0.05), serta nilai signifikansi 0.0250 < 0.05 sedangkan pada pembiayaan Qardh ditemukan nilai t-hitung sebesar -2.914390, t-tabel sebesar 2.042, dan nilai signifikansi 0.0064 < 0.05. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiayaan berbasis proyek dan sosial perlu dikelola secara selektif dan proporsional agar tidak menekan profitabilitas bank syariah.Abstract. This study aims to analyze the effect of Istishna and Qardh financing on the Net Profit Margin (NPM) of Bank BJB Syariah during the period 2016–2024. The research employs a quantitative approach using secondary data in the form of quarterly financial statements of Bank BJB Syariah, comprising 36 observations. The analytical method used is multiple linear regression with classical assumption tests. The results show that simultaneously, Istishna and Qardh financing have a significant effect on NPM. This is evidenced by the F-test results, where the calculated F-value of 4.321552 is greater than the F-table value of 3.32, and the probability value of 0.021529 < 0.05, thus accepting Ha and rejecting Ho. Partially, Istishna and Qardh financing have a negative and significant effect on NPM. The t-test results indicate that Istishna financing (X1) has a t-value of -2.348133 with a t-table value of 2.042 at a 5% significance level (α = 0.05), and a significance value of 0.0250 < 0.05. Meanwhile, Qardh financing shows a t-value of -2.914390, a t-table value of 2.042, and a significance value of 0.0064 < 0.05. These findings indicate that project-based and social financing need to be managed selectively and proportionally so as not to suppress the profitability of Islamic banks.