Rajindra
Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengelolaan Obatd dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) Farmasi Terhadap Utang Obat Dan BMHP di Rumah Sakit Umum Daerah Poso Yudistira R; Rajindra; Ahmad Yani
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 1 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i1.2850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan obat dan bahan medis habis pakai (BMHP) farmasi terhadap utang obat dan BMHP di RSUD Poso. Pengelolaan obat yang tidak optimal dapat berdampak pada peningkatan utang rumah sakit, sehingga diperlukan evaluasi terhadap setiap tahapan manajemen farmasi yang meliputi perencanaan, pengadaan, pencatatan, dan klaim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah tenaga yang terlibat dalam pengelolaan farmasi di RSUD Poso, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengelolaan obat dan BMHP dengan utang obat dan BMHP di RSUD Poso. Variabel perencanaan, pengadaan, pencatatan, dan klaim memiliki peran dalam mempengaruhi terjadinya utang. Pengelolaan yang kurang optimal pada salah satu tahap dapat menyebabkan ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan, serta keterlambatan pembayaran. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pengelolaan obat dan BMHP yang efektif dan efisien sangat penting dalam mengendalikan utang rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sistem manajemen farmasi, penguatan perencanaan, serta pengawasan dalam proses pengadaan dan klaim untuk meminimalkan utang obat dan BMHP.
Implementasi Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah pada Siswa Sekolah Dasar Diwilayah Kerja Puskesmas Tagolu Victres Bangkeno; Rajindra; Zhanaz Tasya
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 6 No. 1 (2026): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v6i1.2853

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian penting dari kesehatan umum yang mempengaruhi kualitas hidup anak. Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023 menunjukkan bahwa 56,9% penduduk usia ?3 tahun mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, sementara pemanfaatan layanan kesehatan gigi masih relatif rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya promotif dan preventif dalam pemeliharaan kesehatan gigi anak masih belum optimal. Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kesehatan gigi anak melalui kegiatan edukasi, pemeriksaan kesehatan gigi, dan pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program UKGS pada siswa sekolah dasar di wilayah kerja Puskesmas Tagolu.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan penelitian terdiri dari petugas kesehatan, guru, orang tua, dan siswa sekolah dasar yang terlibat dalam pelaksanaan UKGS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi UKGS dilakukan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan gigi, pemeriksaan gigi berkala, serta pembiasaan menyikat gigi di sekolah. Tenaga kesehatan berperan dalam edukasi dan pemeriksaan gigi, guru berperan sebagai fasilitator dan pengingat kebiasaan menjaga kesehatan gigi, sedangkan orang tua berperan dalam pengawasan dan dukungan perilaku kesehatan gigi anak di rumah. Namun, pelaksanaan program masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kunjungan tenaga kesehatan, sarana pendukung yang terbatas, serta koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi UKGS sangat dipengaruhi oleh kolaborasi antara tenaga kesehatan, guru, dan orang tua dalam membentuk perilaku pemeliharaan kesehatan gigi siswa.