Keandalan jaringan transmisi tenaga listrik merupakan faktor penting dalam menjamin kontinuitas penyaluran energi listrik kepada pelanggan. Kerusakan fatal pada tower transmisi akibat bencana alam, kondisi lingkungan, maupun faktor teknis dapat menyebabkan terganggunya sistem tenaga listrik dan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi perusahaan penyedia listrik serta masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Emergency Restoration System (ERS) sebagai solusi percepatan penanggulangan kerusakan fatal pada tower jaringan transmisi. Metode penelitian yang digunakan adalah Action Research, yang dilakukan melalui identifikasi permasalahan, analisis kondisi lapangan, evaluasi metode restorasi, serta kajian teknis terhadap penerapan ERS pada jaringan transmisi. Studi kasus dilakukan pada kerusakan tower transmisi akibat bencana alam yang terjadi pada sistem transmisi di Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan ERS mampu mempercepat proses pemulihan jaringan transmisi dibandingkan metode pembangunan kembali tower secara konvensional. Terdapat dua metode utama dalam implementasi ERS, yaitu Overbuild Restoration dan Bypass Restoration. Metode Overbuild Restoration efektif digunakan apabila konduktor masih dapat dimanfaatkan dan area pembangunan terbatas, sedangkan Bypass Restoration lebih sesuai untuk kerusakan berat yang memerlukan fleksibilitas dalam pembangunan tower permanen tanpa mengganggu proses restorasi. Keberhasilan penerapan ERS dipengaruhi oleh berbagai parameter teknis, antara lain beban angin, koefisien tarikan angin (shape factor), tarikan konduktor, wind span, weight span, serta karakteristik isolator yang digunakan. Berdasarkan hasil analisis, ERS terbukti menjadi alternatif yang efektif, aman, dan andal dalam meningkatkan kecepatan restorasi jaringan transmisi sehingga dapat meminimalkan durasi pemadaman dan meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik.