Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Problematika Kurikulum Integritas dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Ibtidaiyyah Pesantren Cabang Lirboyo Fauzan Fauzan; Zakariyah Zakariyah; Ashari Ashari
AMI Vol 4, No 1 (2026)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan integritas peserta didik. Namun demikian, implementasi kurikulum integritas pada lembaga pendidikan Islam masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya pada tingkat Madrasah Ibtidaiyyah berbasis pesantren. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kurikulum integritas, problematika implementasinya, serta hasil pembinaan peserta didik di Madrasah Ibtidaiyyah Pesantren Cabang Lirboyo Majalengka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum integritas diterapkan melalui integrasi nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan amanah dalam pembelajaran PAI serta budaya pesantren. Problematika yang ditemukan meliputi keterbatasan kompetensi guru dalam pendidikan karakter, minimnya media pembelajaran berbasis integritas, kurang optimalnya sinergi dengan orang tua, serta keterbatasan waktu akibat tuntutan kurikulum nasional. Adapun hasil implementasi menunjukkan adanya peningkatan karakter religius, kedisiplinan, tanggung jawab, dan perilaku jujur peserta didik. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan kurikulum integritas memerlukan kolaborasi antara sekolah, pesantren, keluarga, dan masyarakat.
Penerapan Metode Yanbu’a Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Santri Baru Putri Pondok Pesantren Darul Ishlah Fitriani Alfiah; Khomsinnudin Khomsinnudin; Ahmad Dawam; Ashari Ashari
Komprehensif Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Yanbu’a pada santri baru putri serta mengetahui kemampuan membaca Al-Qur’an santri setelah mengikuti pembelajaran menggunakan metode Yanbu’a di Pondok Pesantren Darul Ishlah, Simpang Lima, Purwajaya, Banjar Margo, Tulang Bawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui penelitian lapangan. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber data yang meliputi ustadzah pengajar metode Yanbu’a, ustadzah pengajar Al-Qur’an, dan santri baru putri Pondok Pesantren Darul Ishlah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Yanbu’a memberikan dampak positif terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an santri baru putri, terutama dalam aspek pelafalan atau makharijul huruf, ketepatan panjang dan pendek bacaan, serta pencapaian target muhafadzah tahunan berupa hafalan Juz 30 yang disetorkan dalam satu kali duduk. Metode Yanbu’a juga relatif mudah dipahami dan diikuti oleh santri baru. Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan beberapa kendala, antara lain sebagian santri belum sepenuhnya fokus karena masih dalam tahap penyesuaian dengan lingkungan pesantren dan masih mengalami rasa tidak betah, serta target pembelajaran tujuh juz dalam satu tahun belum seluruhnya tercapai karena pembelajaran yang telah diselesaikan baru mencapai empat juz. Berdasarkan hasil penelitian, metode Yanbu’a dapat digunakan sebagai salah satu metode yang efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri baru putri di Pondok Pesantren Darul Ishlah.
STRATEGI DAN HAMBATAN KUA NALO TANTAN DALAM MENCEGAH PERNIKAHAN DINI PERSPEKTIF UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2019 Andi Pramata; A. Muntaha Afandie; Ashari Ashari
Al-Usroh Vol. 6 No. 1 (2026): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/nrx2b269

Abstract

Early marriage remains a significant social issue with implications for children’s health, education, and welfare. Although Law Number 16 of 2019 establishes 19 years as the minimum marriage age for both men and women, early marriage continues to occur in several areas, including Nalo Tantan District. This study aims to examine the strategies employed by the Office of Religious Affairs (KUA) of Nalo Tantan to prevent early marriage and identify the challenges encountered in their implementation. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews with the Head of KUA, marriage registrars, and religious counselors, as well as field observations and documentation. The findings indicate that KUA Nalo Tantan implements various preventive strategies, including legal education and dissemination of Law Number 16 of 2019, premarital counseling, cross-sector collaboration, family-based approaches, persuasive mediation, administrative verification, and cultural engagement through religious and traditional leaders. Nevertheless, implementation is constrained by limited educational and social literacy, economic pressures, adolescent peer influences, and social media exposure. The study concludes that effective prevention of early marriage requires stronger and sustained collaboration among KUA, local government, educational institutions, religious and traditional leaders, and the wider community to support the implementation of Law Number 16 of 2019.